Laut Kidul Gulung Tiga Wisatawan

Sabtu, 10 Agustus 2013 – 01:06 WIB

SUKABUMI- Sedikitnya tiga wisatawan domestik digulung ombak Pantai Karanghawu, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kemarin. Dua di iantaranya dilaporkan hilang dan satu selamat. Korban naas digulung ombak yang hingga kini belum ditemukan tersebut yakni,  Diaz (17) warga Kampung sangkali, RT 010/RW 016, Desa Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang dan Zainal Abidin (21) warga Kampung Loji, RT 01/09, Desa Pasirjaya, Kecamatan Cigombong, Bogor.
    
Sementara korban selamat diketahui bernama Karta (21) yang masih kerabat Diaz. Informasi yang dihimpun Radar Sukabumi, Diaz digulung ombak sekitar pukul 10.00 wib, kemarin. Saat itu, korban bersama rombongan lainnya tengah berenang dipinggiran menikmati deburan ombak. "Tiba-tiba Diaz digulung ombak. Karena karta melihat Dias digulung ombak. Karta pun berusaha menolong Diaz. Namun Karta juga malah ikut tergulung ombak," kata rekan korban dalam satu bis  rombongan, Sukra Nuryanto (23).
    
Meski tak berhasil menyelamatkan Diaz, beruntung  Karta masih bisa diselamatkan. Petugas yang melihat kejadian tersebut pun langsung bergegas memberikan pertolongan. Sementara sebelumnya, korban gulung ombak pun terjadi Pantai Karanghawu, Kebonkalapa, sekitar pukul 06.30 WIB.
    
Info yang dihimpun, Zainal pun sama digulung ombak saat berenang bersama rombongannya. "Sekarang  ombak sangat deras. Dan sangat berbahaya bagi wisatawan jika berenang. Makanya kami selalu memberikan imbauan. Tapi wisatawan ini sulit diimbau. Sebagian kepinggir, sebagian lagi berenang," kata Kasi Humas Polres Sukabumi, Iptu Alan Dahlan.
    
Hingga kemarin sore, petugas melakukan pencarian disekitar TKP. Namun, kedua korban belum juga terlihat.


Ketua Tim Search And Rescue Daerah (Sarda) Kabupaten Sukabumi, Okih Pajri menyebutkan, pihaknya akan kembali melanjutkan pencarian korban hari ini (Minggu/11/08). "Kami akan melanjutkan penyisiran pantai. Jika memungkinkan kami akan menggunakan perahu. Tetapi jika ombaknya masihj tinggi dan berbahaya, pencarian akan dilakukan dengan penyisiran dan menggunalkan alat teropong saja," tukasnya.(ryl)

BACA JUGA: 93.340 Warga Batam Mudik via Hang Nadim

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sehari, Petasan Makan Sebelas Korban


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler