Lazada Pemanasan Menuju Online Revolution

Kamis, 12 Oktober 2017 – 11:34 WIB
Lazada. Foto: Lazada

jpnn.com, JAKARTA - Lazada terus berusaha meningkatkan traffic belanja daring setiap tahun.

Berbagai strategi penetrasi pun terus dilakukan salah satu perusahaan e-commerce papan atas Asia Tenggara itu.

BACA JUGA: Perdagangan Daring Tak Mematikan Ritel Konvensional

Mulai menggiatkan aktivasi event hingga bekerja sama dengan asosiasi.

Chief Marketing Officer Lazada Indonesia Achmad Alkatiri menuturkan, salah satu event yang dikembangkan adalah Lazada Shopping Street.

BACA JUGA: Diracuni Anak, Ferry Salim Jadi Keranjingan Belanja Online

’’Tujuannya, para konsumen bisa lebih mengenal para seller. Lazada memilih 30 seller terbaik di Surabaya untuk mengikuti event ini,’’ jelas Achmad, Rabu (11/10).

Dalam event tersebut, Lazada menggandeng Korea Trade-Investment Promotion Agency yang memperkenalkan produk khas Korea Selatan.

BACA JUGA: Gelar #JelazGueKreatif, Lazada Soroti Kreasi Fashion

’’Produk dari Korea Selatan memang sedang booming,’’ imbuh Achmad.

Lazada Shopping Street adalah bagian dari rangkaian kegiatan menuju Online Revolution 11.11 dan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

’’Berbagai kegiatan itu secara tidak langsung bakal mendongkrak eksistensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya,’’ katanya.

Menurut Achmad, Online Revolution dan Harbolnas adalah momen terbaik bagi Lazada untuk meningkatkan order sebanyak-banyaknya.

Bahkan, Lazada menargetkan peningkatan order lebih dari 50 persen pada Online Revolution tahun ini.

Tahun lalu, terdapat 40 juta traffic selama Online Revolution. Peningkatan ordernya sudah lebih dari 80 persen.

Di Lazada, produk dengan transaksi tertinggi masih diduduki elektronik.

Sementara itu, produk dengan pertumbuhan yang paling cepat adalah fashion.

Menurut Achmad, pertumbuhan bisnis Lazada secara konsisten naik digit ganda.

’’Tiga bulan terakhir adalah puncaknya. Jadi, kami membuat banyak event,’’ imbuhnya.

Hingga kini, Lazada bermitra dengan lebih dari 80 ribu penjual lokal maupun internasional dan memiliki 2.500 merek untuk melayani konsumen di kawasan Asia Tenggara.

 ’’Kami juga baru bermigrasi dari infrastruktur Lazada ke Alibaba. Sekarang, kapasitas maksimal infrastruktur kami 90 juta traffic per hari,’’ tuturnya. (pus/c18/noe)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Program Kampanye Ramadan Sukses Genjot Transaksi Lazada


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler