Legenda Sepak Bola Menyoroti Pemain Naturalisasi di Timnas Indonesia

Senin, 29 Januari 2024 – 15:36 WIB
Timnas Indonesia kalah 0-4 atas Australia di babak 16 besar Piala Asian 2023, Minggu (28/1) malam WIB. Foto: PSSI.org

jpnn.com - MEDAN - Legenda sepak bola nasional Peri Sandria menyoroti kualitas pemain naturalisasi di skuad Timnas Indonesia.

Peri mengingatkan PSSI agar sangat selektif menaturalisasi pemain agar meningkatkan kualitas Timnas Indonesia.

BACA JUGA: STY Ungkap Banyak Hal Penyebab Timnas Indonesia Kalah dari Australia

"Jangan sembarangan pilih pemain untuk dinaturalisasi. Kalau tidak selektif, itu juga bisa menjadi masalah bagi pelatih," ujar Peri Sandria ketika dihubungi dari Medan, Minggu.

Penyerang timnas Indonesia saat meraih medali emas SEA Games 1991 itu mengatakan, pemain naturalisasi idealnya memiliki kemampuan di atas para pemain lokal.

BACA JUGA: Apa Agenda Timnas Indonesia Setelah Piala Asia 2023?

Dengan begitu, kata Peri Sandria, Timnas Indonesia dapat bersaing di level internasional.

Menurut pria yang kini berusia 54 tahun itu, saat ini program naturalisasi belum berjalan maksimal.

BACA JUGA: Piala Asia 2023: Pelatih Australia Angkat Topi kepada Timnas Indonesia

Hal itu, kata Peri, dapat dilihat dari penampilan Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 Qatar, di mana skuad Garuda membawa delapan pemain naturalisasi.

Meski lolos ke babak 16 besar, Peri melihat Indonesia belum memperlihatkan penampilan meyakinkan.

"Saya kurang puas melihat performa pemain naturalisasinya," kata laki-laki yang pernah menjadi penyerang tersubur Liga Indonesia sepanjang masa dalam satu musim dengan 34 gol pada musim 1994-1995, sebelum dipecahkan oleh Sylvano Comvalius di Liga 1 2017 (37 gol).

Sejatinya, program naturalisasi PSSI dimulai sejak tahun 1950, ketika penjaga gawang asal Belanda bernama Arnold van der Vin menjadi WNI untuk membela Timnas Indonesia.

Puluhan tahun kemudian, PSSI melanjutkan kebijakan tersebut.

Nama-nama seperti Cristian Gonzales, Kim Jeffrey Kurniawan, Jhonny van Beukering, Stefano Lilipaly, Greg Nwokolo, Diego Michiels, Alberto Goncalves, Sergio van Dijk, Ilija Spasojevic dan Ezra Walian menjadi bagian dari program itu.

Kemudian, saat pelatih asal Korea Selatan Shin Tae Yong menangani Timnas Indonesia mulai 2020, PSSI kembali mencari pemain asing keturunan Indonesia untuk dinaturalisasi.

Pada periode itu, giliran sosok-sosok yakni Jordi Amat, Sandy Walsh, Shayne Pattynama, Ivar Jenner, Rafael Struick, Justin Hubner dan Jay Idzes resmi berstatus sebagai WNI.

Pada tahun 2024, PSSI rencananya menaturalisasi beberapa pemain lagi misalnya Nathan Tjoe-A-On dan Ragnar Oratmangoen. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler