Lewat KONEKSI, Indonesia-Australia Berkolaborasi untuk Kebijakan & Inovasi Inklusif

Senin, 13 November 2023 – 20:57 WIB
Kementerian PPN/Bappenas, Badan Riset Nasional (BRIN) dan Duta Besar Australia untuk Indonesia meluncurkan kolaborasi inovatif terbaru Platform Kemitraan Pengetahuan Australia-Indonesia atau yang dikenal sebagai KONEKSI. Foto dok Bappenas

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian PPN/Bappenas, Badan Riset Nasional (BRIN) dan Duta Besar Australia untuk Indonesia meluncurkan kolaborasi inovatif terbaru Platform Kemitraan Pengetahuan Australia-Indonesia atau yang dikenal sebagai KONEKSI.

Inisiatif ini menandai langkah maju dalam sektor riset dan inovasi Indonesia, serta menunjukkan komitmen bersama kedua negara tetangga untuk mendorong kemajuan dan kemakmuran melalui kemitraan.

BACA JUGA: OJK Bikin Roadmap Pinjol Lebih Bermanfaat dan Melindungi Konsumen

Kolaborasi yang dimaksud adalah kerja sama yang melibatkan pemerintah, industri dan institusi riset kedua negara yang mendorong hilirisasi penelitian dan pengembangan menjadi teknologi tepat guna untuk kepentingan masyarakat dan pembangunan nasional.

KONEKSI mendorong kemitraan kolaboratif antara lembaga pengetahuan di Indonesia dan Australia untuk menyelenggarakan penelitian bersama.

BACA JUGA: Bappenas Gelar SAC 2023 dan Indonesia’s SDGs Action Awards

“Saya senang dapat meluncurkan sebuah kolaborasi baru antara Australia dan Indonesia dalam bidang pengetahuan dan inovasi, yang memperkuat kerja sama kedua negara dalam mengatasi tantangan-tantangan sosial dan ekonomi,” kata Duta Besar Australia untuk Indonesia, Penny Williams PSM.

“KONEKSI telah menghasilkan capaian yang sangat signifikan, dengan terpilihnya 38 penerima hibah riset di bidang lingkungan dan perubahan iklim, yang melibatkan lebih dari 100 kemitraan antara institusi-institusi di Australia dan Indonesia,” tambahnya.

BACA JUGA: Sebanyak 12.600 Pelari Turut Sukseskan BTN Jakarta Run 2023

KONEKSI mendukung kemitraan yang tanggap akan kesenjangan pengetahuan, khususnya dalam memperkaya pengetahuan lokal, untuk menciptakan kebijakan dan inovasi inklusif yang responsif terhadap berbagai isu.

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengungkapkan antusiasme terhadap program KONEKSI yang dicanangkan lima tahun ke depan.

“Hadirnya program KONEKSI yang menjadikan riset sebagai basis dari siklus knowledge to policy dan knowledge to innovation akan membuat hasil penelitian yang dilakukan perguruan tinggi di Indonesia akan berdampak lebih luas dan semakin bermakna,” ujar Nadiem.

Pendekatan kolaboratif dalam program KONEKSI menawarkan peluang menarik untuk pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antara kedua negara.

“Ini mendorong penguatan jaringan antar peneliti dan memperkaya wawasan ilmiah,” kata Ketua BRIN, Laksana Tri Handoko.

Dia menegaskan BRIN berkomitmen meningkatkan kualitas penelitian di Indonesia dengan menumbuhkan ekosistem penelitian untuk inovasi yang kondusif.

BRIN dan KONEKSI telah menyepakati hibah riset bersama untuk mendorong kolaborasi penelitian, memungkinkan para ilmuwan dan lembaga dari kedua negara bekerja sama dalam inisiatif yang akan mengembangkan pemahaman ilmiah dan inovasi lebih lanjut.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler