Lho...Tommy kok Masih Latihan Terpisah

Rabu, 10 Agustus 2016 – 06:05 WIB
Tommy Sugiarto. Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

jpnn.com - LATIHAN perdana tim bulu tangkis Indonesia di ajang Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro digelar kemarin. Seluruh skuad terlihat sangat segar, percaya diri, dan sudah siap tempur.

Latihan kemarin memang ringan, hanya pengondisian tubuh. Para pemain yang terdiri atas sektor ganda putra, ganda putri, ganda campuran, dan tunggal putri tampak rileks. Meski sangat serius, latihan tetap diselingi canda dan tawa.

BACA JUGA: Dramatis..Real Madrid Juara UEFA Super Cup

Berdasar pantauan Jawa Pos, hanya tunggal putra Tommy Sugiarto yang tidak terlihat berlatih di Riocentro Pavilion 4 kemarin. Dia melakoni persiapan terpisah.

Dua ganda campuran mencoba komposisi yang berbeda. Mereka saling tukar pasangan. Praveen Jordan berduet dengan Liliyana Natsir. Mereka melawan Tontowi Ahmad/Debby Susanto.

BACA JUGA: Bahagia Kembali ke Dortmund, Gotze tak Sabar Hadapi Munchen

Ganda putra M. Ahsan/Hendra Setiawan mendapat materi ringan terkait dengan pengondisian dari pelatih Herry Iman Pierngadi. Begitu pula yang dijalani ganda putri Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari, serta tunggal putri Linda Wenifanetri.

’’Kami sudah sangat fokus, memiliki motivasi tinggi, dan bertekad memberikan yang terbaik,’’ kata Rexy Mainaky, manajer tim bulu tangkis Indonesia, kemarin.

BACA JUGA: Pogba Bisa jadi Pemain Terbaik Dunia seperti Ronaldo

Rexy menyatakan, 10 hari berlatih di Sao Paulo memang sangat bermanfaat. Para pemain sudah bisa beradaptasi dengan iklim serta perbedaan zona waktu antara Brasil dan Indonesia. Yang lebih penting lagi, semua pemain fit dan tidak ada yang menderita cedera.

Saat ini pekerjaan tim manajer dan pelatih adalah memperkuat mental pemain. Sebab, di ajang sebesar Olimpiade, skill sudah tidak terlalu berpengaruh. 

Kekuatan semua pemain level top dunia hampir merata. Mereka saling mengetahui kelebihan dan kelemahan masing-masing. Yang terpenting sekarang adalah siapa pun yang siap bisa jadi pemenang.

’’Olimpiade bukan matematika. Rekor yang lalu-lalu tidak terlalu bisa dijadikan acuan. Sekarang yang berbicara adalah soal mental,’’ ujar peraih emas Olimpiade 1996 di Atlanta dari sektor ganda campuran bersama Ricky Subagja tersebut.

Herry I.P. sudah mengetahui kelemahan dan kelebihan calon lawan Hendra/Ahsan di babak penyisihan grup D. Dalam beberapa bulan terakhir, ciri khas Chai Biao/Hong Wei (Tiongkok), Hiroyuki Endo/Kenichi Hayakawa (Jepang), dan Manu Attri/B. Sumeeth Reddy (India) dipelajari via video.

’’Mungkin ada perubahan-perubahan strategi. Namun, tampaknya ciri mereka memang sulit cepat diubah. Sebab, kami melihat mereka dalam beberapa pertandingan terakhir,’’ jelas Herry I.P.

Hendra/Ahsan akan mulai bermain melawan Attri/Reddy pada 11 Agustus pagi waktu Rio atau malam WIB. Lalu, dalam dua hari beruntun, juara dunia 2015 itu menghadapi Chai/Hong dan Endo/Hayakawa. Semua sektor ganda juga mulai berlaga pada 11 Agustus pagi. Sebaliknya, Tommy bakal mulai turun pada 12 Agustus dan Linda Wenifanetri bertanding pada 13 Agustus.

Yang terpenting, kata Herry, kondisi fisik pemainnya sudah sangat siap. Itulah hasil karena sebelumnya mereka berada di Sao Paulo. Tiga sampai empat hari pertama di Brasil, kata Herry, sangat berat bagi para pemainnya.

’’Sekarang Ahsan tidak lemes dan ngantuk lagi. Normal semuanya. Pikiran fokus untuk menang di lapangan. Motivasi kami sangat besar karena ini adalah Olimpiade. Ini event yang sangat besar, empat tahun sekali. Jadi, kami harus siap,’’ tegasnya. (nur/c14/tom)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gelandang Ini Belum Terpikir Tinggalkan White Hart Lane


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler