Libatkan Perempuan, Perampok Ikat Korban di Hutan

Jumat, 20 Desember 2013 – 14:10 WIB

jpnn.com - SURABAYA - Ada saja cara perampok meyakinkan korban. Misalnya, yang dilakukan jaringan Irwan Setiawan yang melibatkan perempuan untuk meyakinkan korban sebelum beraksi. Setelah ditodong pistol, korban diikat dan dibuang ke tengah hutan. 

Kasus tersebut diungkap Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim. Perampokan itu menimpa Alam Kurniawan, warga Gayungan, Surabaya. Alam adalah penyedia jasa sewa kendaraan angkut yang biasanya parkir di pinggir Jalan Raya Buduran, Sidoarjo.

BACA JUGA: Jelang Nikah Dicokok Polisi, Gara-gara Siswi SMA Lapor Dihamili

Dalam kasus tersebut, tim yang dipimpin AKBP Heru Purnomo berhasil menangkap tiga tersangka sekaligus.

Yaitu, Abdullah, 71, yang ditangkap di kosnya di Jalan Wonokromo SS dan Moch. Sodik, 68, ditangkap di tempat kosnya di Jalan Karangrejo. Ada juga Irwan yang ditangkap lebih dahulu karena kasus perampokan lainnya.

BACA JUGA: Diimingi Jadi Model, Bayi 6 Bulan Diculik

Kabid Humas Polda Jatim Kombespol Awi Setiyono mengatakan, perampokan tersebut terjadi awal Desember lalu. Saat itu Irwan, Ningsih (buron), Abdullah, dan Sodik merencanakan perampokan. Irwan dan Ningsih yang berpura-pura sebagai pasangan suami istri bertugas mencari calon korban. "Ini memang modus mereka agar korban benar-benar yakin," katanya.

Mereka mendatangi pangkalan penyewaan mobil di Jalan Raya Buduran, Sidoarjo, untuk menegosiasi harga. Setelah sepakat, mereka mengajak Abdullah dan Sodik dengan dalih untuk kuli pengangkut. Kepada korban, dia akan mengambil barang di daerah Kali Glagah, Jember.

BACA JUGA: WN Tiongkok Berupaya Selundupkan Sabu dalam Bantal

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Heru Purnomo menambahkan, selama di perjalanan, Ningsih dan Irwan bersikap dan berbicara sebagai pasutri serta duduk di samping sopir. Sodik dan Abdullah duduk di bak belakang. Ternyata, mereka mengarahkan mobil ke perkebunan karet di daerah Jember.

Di tempat yang sepi, Irwan mengajak korban dan dua kuli angkutnya melihat barang. Sementara itu, Ningsih ditinggalkan di dalam mobil. Ketika berjalan 15 meter dari mobil, Irwan mengeluarkan pistol dan ditodongkan kepada korban. "Mana STNK-nya?" ucap Heru menirukan ucapan tersangka.

Korban pun ketakutan dan menuruti permintaan tersangka. Abdullah dan Sodik yang tadinya menyaru sebagai kuli angkut langsung mengeluarkan lakban dan tali rafia yang disiapkan. Korban pun diikat dan dibuang di tengah hutan karet. 

Setelah melumpuhkan korban, Abdullah menelepon penadah mobil curian berinisial JL yang telah menunggu di rumahnya di Tanggul, Jember. Mobil itu akhirnya dijual seharga Rp 10 juta. 

Heru mengatakan, pemburuan tersangka cukup rumit. Sebab, mereka menghilang dan tidak meninggalkan jejak. Untung saja, polisi menangkap Irwan karena kasus perampokan dengan korban lainnya. "Irwan punya banyak kelompok. Dia memang spesialis mobil niaga," ucapnya.

Berdasar pemeriksaan terungkap bahwa kedua tersangka tinggal di kawasan Wonokromo. Polisi pun menangkap Abdullah pada Selasa (17/12) sekitar pukul 15.30. Seperempat jam kemudian, polisi menangkap Sodik yang tinggalnya tidak jauh dari Abdullah. (eko/end/mas)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Gelar Rekonstuksi Pembunuhan Anggota Brimob


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler