Lihat, Marc Marquez Tak Bisa Mengendalikan Emosinya

Senin, 19 April 2021 – 13:59 WIB
Marc Marquez. Foto: Crash

jpnn.com, PORTIMAO - Marc Marquez kembali ke pitnya di Sirkuit Portimao dengan penuh haru.

Marquez finis ketujuh di MotoGP Portugal, Minggu (19/4) malam WIB itu.

BACA JUGA: FP1 MotoGP Portugal: Marc Marquez Memang Gila

Si Bayi Alien disambut dengan tepuk tangan seluruh awak Repsol Honda.

Itulah balapan pertama Marquez, setelah sembilan bulan absen, usai celaka di seri pertama MotoGP 2020, di Jerez Spanyol.

BACA JUGA: Ini yang Menyebabkan Johann Zarco Terjatuh di MotoGP Portugal

"Bagian tersulitnya adalah di lap-lap pertama, karena saya merasa kehabisan tempat," kata Marquez seperti dikutip AFP, Senin WIB.

Finis ketujuh buat pembalap yang baru mengalami patah lengan kanan, bukan hal yang buruk.

BACA JUGA: Quartararo Juara MotoGP Portugal, 5 Pembalap Termasuk Rossi jadi Korban

Setelah tiga operasi dan sembilan bulan masa pemulihan, Marquez kembali ke aspal sebagai pembalap Honda yang finis terbaik hari itu.

"Seperti di sekolah, ketika kalian bermain sepak bola dengan kakak kelas dan mereka menyuruh melakukan apa dan ke mana. Di awal-awal lap, saya tak memiliki ritme, tak ada kendali atas motor saya dan banyak pembalap mulai menyalip saya," katanya.

"Kemudian saya menenangkan diri dan menemukan tempat saya. Saya mencetak waktu terbaik saya di akhir GP. Finis 13 detik di belakang Fabio Quartararo (pemenang), itu luar biasa," imbuh Marquez.

Sambutan dari keluarga dan krunya, membuat Marquez terharu.

"Saya tidak bisa mengendalikan emosi saya. Menyelesaikan balapan adalah langkah terbesar dalam rehabilitasi saya dan merasa seperti pembalap MotoGP lagi adalah impian saya. Itu terjadi hari ini," kata juara dunia delapan kali tersebut.

"Tentunya, kembali ke garasi membuat saya kelelahan, terkuras tenaga, tetapi ini hal paling paling emosional yang tak bisa saya bendung. Ini sangat baik," imbuhnya.

Penampilannyan hari itu memberinya sembilan poin, 52 di belakang Quartararo sebagai pemuncak klasemen sementara.

Tersisa 16 balapan hingga akhir musim dan kemungkinan dua balapan tambahan di Argentina dan Amerika Serikat.

Marquez tak terlalu memikirkan ambisi meraih gelar juara dunia.

"Tergantung dengan sirkuit, apakah mereka menuntut fisik atau tidak. Tujuh lap terakhir di sini saya tidak mampu menggunakan siku saya. Saya membalap dengan aneh," kata dia.

"Hal penting lainnya adalah dokter berpesan kepada saya ketika saya kembali berkompetisi saya akan harus mengurangi latihan di rumah. Di antara balapan saya tidak akan bisa mengendarai sepeda motor atau berlatih indoor lebih dari tiga atau empat jam dalam sepekan tanpa menggunakan terlalu banyak beban."

"Tulang di lengan baik-baik saja tapi tekanan yang diberikan kepadanya harus bertahap. Tidak bisa setiap hari dan setiap pekan," katanya.

Balapan selanjutnya di kalender akan digelar di Jerez, tempat di mana ia terjatuh tahun lalu, pada 2 Mei mendatang. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler