Lihat nih, Ikan Besar Terdampar di Pantai, Anak-anak sampai Naik Diatasnya

Rabu, 10 Agustus 2016 – 05:44 WIB
Anak-anak menaiki punggung hiu tutul yang terdampar di pantai Tan Sridano, kemarin. Foto: Padang Ekspress/jpg

jpnn.com - PADANG — Warga Kecamatan Batang Kapas, Padang, Sumatera Barat dihebohkan seekor ikan Hiu Tutul yang terdampar di Pantai Tan Sridano, Selasa (9/8) kemarin. Hiu Tutul itu pertama kali ditemukan nelayan setempat. Saat ditemukan sudah dalam keadaan mati.

Tokoh masyarakat setempat, Syafrizal mengatakan hiu itu diperkirakan memiliki panjang 5 meter dengan berat hingga dua ton.

BACA JUGA: Gunung Dukoni Meletus, Puluhan Ribuan Masker Dibagikan

“Warga sering melihat hiu ini menampakan dirinya. Warga melihat sirip hiu mengambang di permukaan laut. Tapi warga tidak tahu apakah hiu itu sakit atau tidak,” ujarnya seperti diberitakan Padang Ekspress (Jawa Pos Group), hari ini (10/8).

Kapolsek Batang Kapas, AKP Yusman mengajak masyarakat untuk bersama-sama menarik hiu itu ke daratan menggunakan seutas tambang.

BACA JUGA: Cek Kondisi Kendaraan Dinas Lanal Lampung, Hasilnya?

“Sesampainya di daratan ikan ini akan kami kubur sehingga bangkainya tidak mengotori pantai,” ujarnya.

Kabar penemuan Hiu Tutul tersebut langsung menyebar. Warga  langsung berbondong-bondong datang ke Pantai Tan Sridano.

BACA JUGA: Dewan Minta Polisi Basmi Mafia Lahan di BP Batam

Nelayan setempat mengatakan hiu tutul ini pernah terdampar di perairan Pessel tepatnya di Pantai Anakan, Kecamatan Batang Kapas tahun 2015 lalu. Panjangnya sekitar 5 meter. 

Saat itu warga sempat berusaha mendorong ikan tersebut kembali ke laut, namun dia kembali terdampar dan mati beberapa saat kemudian. Usaha untuk menyelamatkannya pun gagal.

Awalnya warga tidak mengetahui bahwa yang mereka lihat adalah seekor hiu paus. Mereka hanya melihat ada benda asing dari kejauhan. Penasaran benda itu terlihat bergerak-gerak, warga pun mendekatinya.

Saat didekati, ikan masih dalam kondisi hidup. Warga dan  nelayan berusaha mendorongnya ke laut. Namun setelah sudah agak ke tengah, ikan hiu paus itu kembali lagi terdampar di tempat semula dan akhirnya mati. 

“Beberapa kejadian sebelumnya bahwa ikan yang ditemukan selalu mati,” ujarnya Kepala Seksi Pengelolaan dan Pelestarian Ekosistem dan Lingkungan Perairan DKP Pessel, Darpius Indra.

Menurutnya peristiwa terdamparnya hiu paus di daerah itu sudah beberapa kali terjadi. Ikan itu dinamakan hiu paus karena ukuran tubuhnya yang sangat besar dan bentuk kepalanya tumpul mirip paus.

“Meski ikan ini namanya hiu paus, tapi tidak menakutkan karena makanan utamanya adalah plankton. Ukurannya bisa mencapai panjang 14 meter dengan berat 15 ton.

Sedangkan ukuran rata-rata adalah 7,5 meter. Biasanya ikan hiu paus ini, ukuran betinanya lebih besar dari hiu paus jantan. Ikan ini juga memiliki mulut besar yang lebarnya sampai 1,4 meter. Mulutnya berada di ujung moncongnya, bukan pada bagian bawah kepala seperti ikan hiu pada umumnya," jelasnya .(uni/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... SIMAK! Pesan Komandan Saat Syukuran HUT Lantamal XII


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler