jpnn.com, SURABAYA - Nasib sial menimpa Muhammad Arifin. Warga Pandegiling itu ditinggal kawannya kabur setelah tepergok mencuri motor di Jalan Pakis Tirtosari, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (2/6) pukul 01.00 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Sawahan Iptu Ristitanto mengatakan saat melakukan pencurian pelaku membawa motor korban tetapi dengan menuntunnya.
BACA JUGA: Sudah Dipecat dari Polri, JWA Masih Melakukan Aksi Kriminal, Keterlaluan
Pemuda berusia 18 tahun itu dicurigai warga karena motor yang dibawa tahu pemiliknya siapa. Namun, saat dihentikan Arifin malah ditinggal kabur temannya.
Arifin sempat menjadi bulan-bulanan massa, hingga akhirnya petugas yang melakukan patroli melihat kejadian itu segera mengamankan pelaku dari amukan warga.
BACA JUGA: Rachmawati Soekarnoputri Meninggal Dunia, Ricky Harun: Innalillahi, Mbu...
"Kami sempat menginterogasi pelaku menanyakan surat-surat kendaraan, tetapi tidak dapat menunjukkannya. Langsung kami bawa dia ke kantor untuk pemeriksaan lebih lanjut," kata Iptu Ristitanto, Sabtu (3/7).
Ristitanto mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan pemuda yang memiliki tato di dada itu rupanya sudah beraksi sebanyak tiga kali di tempat berbeda-beda.
"Tiga TKP-nya di Kupang Gunung Jaya, Kupang Gunung Timur, dan yang terakhir di Pakis Tirtosari," ungkap dia.
Timnya saat ini tengah melakukan pengembangan dan penyelidikan untuk bisa menangkap teman Arifin yang kabur.
"Identitas sudah kami kantongi, tinggal mengungkap apakah ada TKP tambahan," jelas Ristitanto.
Dari tangan tersangka, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit motor Honda Beat hitam L 5945 CT atas nama Bambang Irianto.
Arifin dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukumannya lima tahun penjara. (mcr12/jpnn)
Redaktur & Reporter : Arry Saputra