BACA JUGA: SFC Gagal Runner-Up
Terutama di lini tengahBACA JUGA: Taufik Hidayat , Bad Boy yang Sekaligus Golden Boy PB PBSI
Tugas itu sebenarnya dibebankan kepada dua pemain asing, yakni Souleymane Traore dan Leo Chitescu
BACA JUGA: Indonesia Tekuk Unggulan Pertama
Alih-alih menjadi playmaker, kedua pemain asing itu terkadang justru menjadi kartu mati.Souleymane, misalnyaPergerakannya lambatSelain itu, pemain asal Guinea itu sering membawa bola terlalu lamaHal itu membuat alur serangan Arema tersendatLain lagi dengan LeoDia sering kehilangan bolaPemain asal Rumania itu bahkan sering kalah dalam perebutan bola dengan pemain lawan
Masalah juga menerpa elandang lokal AremaTidak ada yang bisa dijadikan jenderal lapanganPadahal, Arema memiliki enam pemain tengah lokalYakni, Achmad Bustomi, Ahmad Sambiring Usman, Arif Suyono, Hendra Ridwan, Muhammad Bahtiar, dan Ronny Firmansyah''Di Arema belum ada pemain yang bisa dijadikan jenderal lapangan,'' ujar Gusnul Yakin, pelatih Arema.
Tanpa pemain yang berperan sebagai pengatur permainan, performa Arema pun tidak maksimalPola serangan dan bertahan Singo Edan terkesan sporadisHal itu terlihat pada laga melawan Persik laluLini tengah Arema tak mampu mengimbangi kekuatan para gelandang Macan Putih, julukan Persik.
Tugas Gusnul sekarang adalah segera menentukan pemain untuk menjadi pengatur permainanSebab, laga selanjutnya sudah semakin dekatYakni, menjamu Sriwijaya FC pada Minggu nanti (8/2)''Saya masih memikirkan strategi yang tepat untuk menghadapi Sriwijaya,'' jelasnya.
Ketiadaan jenderal lapangan di skuad Arema tak lepas dari kegagalan merekrut sejumlah pemain yang direkomendasikan GusnulSebut saja Danilo Fernando dan Ronald FagundesKeduanya memang dibidik untuk diproyeksikan sebagai playmaker(fir/abm/jpnn/ca)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Phelps Terancam Masuk Bui
Redaktur : Tim Redaksi