Liverpool Kalah 2-7, Manchester United Keok 1-6

Senin, 05 Oktober 2020 – 06:45 WIB
Duel Aston Villa vs Liverpool di Villa Park, Senin (5/10) dini hari WIB. Foto: diambil dari premierleaguecom

jpnn.com, LONDON - Dua klub sesepuh di Premier League, Liverpool dan Manchester United mendapat malu di pekan ke-4.

Si petahana Liverpool yang bertandang ke markas Aston Villa di Villa Park, Senin (5/10) dini hari kalah telah 2-7 dari tuan rumah.

BACA JUGA: Chelsea Berpesta, Ben Chilwell Luar Biasa

Villa tampil menggila. Kemenangan membuat Villa menyapu bersih tiga pertandingan pertamanya demi menorehkan awal musim terbaiknya di kasta tertinggi sepak bola Inggris dalam 58 tahun terakhir.

Dengan hasil itu, Villa yang musim lalu berkutat dalam pertarungan menghindari degradasi kini bercokol di peringkat kedua klasemen dengan raihan sembilan poin penuh, sedangkan Liverpool (9) melorot ke urutan kelima.

BACA JUGA: Hasil dan Jadwal Pekan ke-4 Premier League: Everton Sempurna

BACA JUGA: Pengakuan Mengejutkan Mike Tyson Kepada Bu Susi Pudjiastuti

Rekrutan musim panas ini, Ollie Watkins mengemas trigol dalam kemenangan tersebut, membuatnya jadi pemain pertama yang berhasil mencatat raihan itu ke gawang Liverpool dalam satu dekade terakhir.

Dimitar Berbatov jadi pemain terakhir yang menjebol tiga gol ke gawang Liverpool untuk Manchester United di Old Trafford pada 19 September 2010.

Absennya kiper utama Alisson Becker yang cedera dan Sadio Mane serta Thiago Alcantara yang beberapa hari lalu positif COVID-19, terasa benar di kubu Liverpool.

Sebab kiper pelapis Adrian San Miguel memperlihatkan distribusi bola yang jauh di bawah standar, sedangkan lini depan Liverpool kehilangan sentuhan khas Mane.

Empat menit memasuki pertandingan, Adrian melakukan blunder ketika umpannya terlalu deras untuk dikejar Joe Gomez dan bola direbut Jack Grealish untuk diteruskan kepada Watkins yang tinggal melakukan sontekan mudah demi membuka keunggulan Villa.

Liverpool berusaha bangkit, tetapi serangan mereka bisa diredam. Dan Villa sepanjang laga tampil efektif memanfaatkan ruang yang tercipta karena garis pertahanan tinggi yang diterapkan para pemain Liverpool.

Watkins mencetak gol keduanya setelah memperdaya Gomez dan melepaskan tembakan keras ke pojok tiang jauh menggandakan keunggulan Villa pada menit ke-22.

Liverpool sempat membalas melalui sepakan Mohamed Salah memanfaatkan bola liar di dalam kotak penalti pada menit ke-33, tetapi dua menit kemudian Villa merestorasi keunggulan dua gol berkat sepakan voli John McGinn yang sempat membentur Virgil van Dijk dan arahnya berbelok mengecoh Adrian.

Villa terus menggila dan pada menit ke-39 Watkins melengkapi raihan trigol dengan sundulan mudah menyambut umpan tarik Trezeguet yang sebelumnya lolos dari kawalan untuk mengejar bola tendangan bebas kiriman Ross Barkley demi menutup babak pertama dengan keunggulan meyakinkan 4-1.

Saat turun minum Juergen Klopp berusaha mengatasi masalah dengan memasukkan Takumi Minamino menggantikan Naby Keita, tetapi masalah baru muncul dari kegagalan lini tengah Liverpool menjaga penguasaan bola yang berkali-kali membuat Villa bisa menciptakan peluang.

Pada menit ke-55, Barkley menandai debutnya sebagai pemain pinjaman dari Chelsea dengan sebuah gol untuk memperbesar keunggulan Villa jadi 5-1, lewat tembakan yang kembali dibantu benturan dari kaki Trent Alexander-Arnold.

Salah mencetak gol keduanya lima menit kemudian untuk memperkecil ketertinggalan 2-5, tetapi tak ada momentum kebangkitan bagi Liverpool.

Pada menit ke-66 sebuah gol yang dibantu benturan terjadi lagi, ketika tembakan Grealish menyelesaikan umpan Watkins sempat berbelok mengecoh Adrian setelah terkena badan Fabinho.

Garis pertahanan tinggi kembali jadi senjata makan tuan bagi Liverpool yang kemasukan gol ketujuh di laga itu pada menit ke-75 saat Grealish lolos dari jebakan offside dan menyelesaikannya dengan sontekan kecil memperdaya Adrian.

Villa beberapa kali mengancam dan berpeluang menambah gol lagi, tetapi ketika peluit tanda laga usai berbunyi tentunya Dean Smith sangat puas dengan kemenangan telak 7-2 atas Liverpool.

Sementara pada malam harinya, Manchester United lebih parah.

Bermain di kandang sendiri, Old Trafford, MU takluk 1-6 dari Tottenham.

Tottenham menjadikan Setan Merah bulan-bulanan.

Hasil itu membuat Tottenham naik ke peringkat kelima dengan koleksi tujuh poin, sedangkan MU (3) melorot ke urutan ke-16 dan hanya berjarak tiga poin dari zona degradasi.

MU sebetulnya memulai pertandingan dengan cara terbaik ketika Anthony Martial dijatuhkan oleh Davinson Sanchez di dalam area terlarang dan Bruno Fernandes mencetak gol lewat eksekusi penalti khasnya yang melompat-lompat demi membawa tuan rumah memimpin pada menit kedua.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan seumur jagung karena kerapuhan lini belakang MU mulai terkuak.

Erik Lamela merebut bola dari penguasaan Luke Shaw, mengirimkan umpan yang diselesaikan dengan sempurna oleh Tanguy Ndombele untuk membuat kedudukan imbang pada menit keempat.

Lantas tiga menit kemudian, Tottenham berbalik unggul 2-1 ketika lini belakang MU tak siap mengantisipasi tendangan bebas cepat Harry Kane dan bola berhasil dikendalikan Son Heung-min yang kemudian memperdaya kiper David de Gea.

MU hampir membuat kedudukan kembali imbang saat bintang mudanya Mason Greenwood berusaha menyelesaikan bola sodoran Marcus Rashford, sayang tembakannya masih menyamping tipis di sisi gawang.

Situasi seketika berubah bencana bagi MU pada menit ke-28 ketika Martial diusir dari lapangan oleh wasit Anthony Taylor, setelah penyerang Prancis itu melakukan tindakan tak terpuji terhadap Lamela.

Dua menit sesudahnya, situasi sebelas lawan sepuluh langsung dimanfaatkan Tottenham untuk menambah keunggulan lewat gol pertama Kane mengakhiri kerja sama dengan Son.

Keunggulan Tottenham bertambah lagi jadi 4-1 saat Son mencetak gol keduanya pada menit ke-37, yang mengolongi De Gea saat menyontek bola umpan silang Serge Aurieer yang sempat membentur kapten MU Harry Maguire.

Memasuki babak kedua, Ole Gunnar Solskjaer berusaha mengatasi situasi timpang dengan memasukkan Fred dan Scott McTominay, masing-masing menggantikan Fernandes dan Nemanja Matic.

Namun, hal itu tak berdampak banyak, sebab enam menit selepas sepak lanjut Tottenham mencetak gol kelima yang diceploskan oleh Aurier dengan sepakan menyilang memafaatkan umpan dari Pierre-Emile Hojbjerg.

Tottenham terus mendominasi permainan dan pada menit ke-79, Kane melengkapi kemenangan mereka jadi 6-1 lewat eksekusi penalti setelah Paul Pogba menjatuhkan Lucas Moura. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler