Lokasi Pembuatan Video Porno Digeruduk Massa

Senin, 26 Maret 2012 – 12:15 WIB

BOGOR-Setelah disambangi Pengurus Anak Cabang (PAC) PPP Kecamatan Parung beberapa waktu lalu, Hotel Transit P"arunk di Jalan Raya Parung, Desa Jabonmekar, Kecamatan Parung kembali diontrog ribuan massa yang tergabung dalam Paguyuban Parung Bersatu (P2B).

Aksi tersebut diluapkan dengan unjuk rasa damai. Aksi itu merupakan bentuk protes warga menyusul terungkapnya kasus pembuatan video porno di hotel tersebut belum lama ini. Dalam aksinya, ribuan massa yang terdiri dari berbagai ormas itu menuntut agar Hotel Transit P"arunk ditutup dan tidak beroperasi lagi. Pasalnya, sebagian besar warga Parung merasa resah dengan berbagai kegiatan penyakit masyarakat yang dilakukan di hotel tersebut.

Aksi ini mendapat pengawalan ketat 300 aparat Polres Bogor. Massa yang datang dari berbagai penjuru menggunakan kendaraan roda dua dan empat kumpul di Pondok Pesantren Darul Muttaqin sebelum akhirnya long march ke Hotel Transit.

Setibanya di depan hotel, massa yang diperkirakan mencapai dua ribu orang langsung memadati pintu masuk yang telah ditutup dan dijaga ketat aparat kepolisian. Karena jumlahnya yang begitu banyak, barisan pengunjuk rasa pun akhirnya tumpah hingga ke badan jalan dan membuat sebagian jalur Jalan Raya Parung di depan Hotel Transit tidak bisa dilewati kendaraan.

“Sebelumnya, kami berterima kasih kepada Polres Bogor yang telah berhasil mengungkap pembuatan film porno di Hotel Transit P"arunk. Hari ini kami datang ke sini bukan untuk bernegosisasi, melainkan meminta Pemda Bogor menutup tempat maksiat ini,” kata Sekretaris NU Kecamatan Parung, Mahpudin.

Masyarakat,  kata dia, akan kembali melakukan aksi jika dalam satu minggu ke depan tuntutan mereka tidak dipenuhi. “Kami beri waktu satu minggu. Jika tuntutan tidak dipenuhi, kami akan datang ke Cibinong dan membawa massa lebih banyak lagi,” tegasnya.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Bogor Kompol Yudianto Nugroho menjelaskan, penjagaan dilakukan mulai pukul 11:00 karena berdasarkan laporan massa akan datang pada pukul 13:00. “Ada 300 personel disiagakan untuk mengawal aksi ini,” singkatnya.

Sementara itu, manajemen Hotel Transit P"arunk menolak memberikan pernyataan kepada wartawan terkait aksi tersebut. “Saya tidak bisa ngasih statement. Saya cuma disuruh resepsionis buat nemuin tamu,” ucap perwakilan Hotel Transit P"arunk, Abdul Hakim.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Bogor, Wawan Risdiawan menagih program nongol babat (nobat) yang digagas Bupati Bogor Rachmat Yasin. Sebab, dari kasus terakhir yang terungkap jika hotel tersebut merupakan tempat berkumpulnya pekerja seks komersial (PSK). “Bupati harus konsisten dengan nobat, jangan hanya anget-anget tai ayam, awalnya tegas namun di kemudian hari melempem,” kritiknya.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi A, Ade Munawaroh. Ia meminta dinas terkait mengevaluasi ulang kegiatan di hotel tersebut. Pasalnya, ia menduga banyak terjadi perbuatan asusila dan melanggar ketertiban umum. “Pemerintah harus segera memanggil pihak terkait agar hal ini segera tuntas,” pungkasnya.

Pantauan Radar Bogor (Group JPNN), aksi unjuk rasa tersebut berimbas pada kemacetan yang dimulai dari depan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Muttaqien hingga simpang Arco dengan panjang antrean kendaraan mencapai satu kilometer.

Untuk mengantisipasi kemacetan panjang, polisi memberlakukan jalur buka tutup dengan mengarahkan kendaraan roda empat yang menuju Parung melalui Jalan Raya Ciseeng dan tembus menuju Pasar Parung.(yus/rur/cr7)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Organda Tolak Kenaikan BBM


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler