Lorenzo Mencari Lawan Tangguh

Rabu, 25 April 2012 – 09:49 WIB

SETELAH menyuguhkan seri perdana yang seru di Sirkuit Losail, Qatar, tiga pekan lalu, MotoGP akan kembali beraksi akhir pekan ini. Sirkuit Jerez yang dikenal sebagai seri MotoGP paling heboh, bakal menjadi host. Siapa bisa menggagalkan ambisi Jorge Lorenzo membukukan hat-trick?
      
Lomba di Sirkuit Jerez tidak hanya istimewa karena atmosfer penontonnya yang luar biasa. Tahun ini, lomba di kawasan selatan Spanyol itu menjadi seri pembuka MotoGP di Eropa. Seperti tahun-tahun sebelumnya, jadwal di Eropa sangat padat. Sampai 15 Juli mendatang, total akan ada delapan seri MotoGP di eropa.

Para pembalap kadang harus menjalani dua lomba dalam satu pekan. Jadwal yang begitu ketat, membuat tim-tim tidak bisa melakukan banyak pengembangan dari satu seri ke seri lain. Alhasil, siapa yang bagus di Jerez, biasanya akan bagus di seri-seri berikutnya.

Musim lalu, Jorge Lorenzo dari Yamaha Factory Racing memang merebut kemenangan di Jerez. Namun, dia sebenarnya pembalap tercepat di lintasan. Casey Stoner (Repsol Honda) sebenarnya sempat memimpin sampai Valentino Rossi (Ducati) terpeleset dan menabraknya. Stoner pun gagal finis yang membuka jalan bagi Lorenzo untuk mengamankan kemenangan.
      
Namun, Stoner menebusnya dengan selalu naik podium dalam tujuh lomba berikutnya di Eropa. Dia merebut tiga kemenangan, sekali posisi kedua, plus tiga kali finis di urutan ketiga. Hasil positif itu membuatnya melaju mulus ke tangga juara dunia.
      
Lantas, siapa yang bakal dominan akhir pekan ini di Jerez? Hasil preseason menunjukkan Stoner bakal memiliki kecepatan paling bagus di Jerez. Dalam uji coba terakhir pada 25 maret lalu, Stoner membukukan catatan waktu tercepat 1 menit 38,780 detik. Dia unggul 0,173 detik dari Lorenzo yang ada di urutan kedua. 

Namun, perlu dicatat, Stoner membukukan catatan waktu tercepat itu pada akhir sesi uji coba. Sebelumnya, Lorenzo secara konsisten membukukan catatan waktu tercepat.
   
Seperti halnya lomba perdana di Qatar tiga pekan lalu, kecepatan saja tidak menjamin Stoner akan menang. Saat itu, sampai lima lap menjelang finis, juara dunia dua kali itu masih tercepan. Namun, di lap-lap akhir tangannya kehilangan tenaga untuk menggengam. Lorenzo akhirnya menyalip untuk finis terdepan. Stoner sendiri akhirnya finis ketiga setelah disalip rekan setimnya, Dani Pedrosa.

Melihat hasil di Qatar, Lorenzo tentu saja menjadi unggulan utama di Jerez akhir pekan ini. Tidak hanya konsisten, Yamaha M1 menunjukkan kecepatan yang lebih kompetitif dibandingkan masa uji coba lalu. Buktinya, Lorenzo selalu di depan Pedrosa yang pada masa uji coba sempat beberapa kali lebih cepat.

Karakter sirkuit Jerez yang berliku juga cocok dengan Yamaha M1. Motor itu dikenal memiliki handling paling bagus.

"Senang rasanya akan kembali balapan di Jerez. Dalam uji coba lalu kami cepat di sini, saya juga selalu merebut hasil yang membanggakan," kata Lorenzo sebagaimana dilansir Crash. "Saya rasa Casey dan Dani akan menjadi pesaing yang santat cepat," imbuhnya.

Benar apa yang dikatakan Lorenzo. Jika tidak ada kejadian yang luar biasa, pesaing utama Lorenzo adalah Stoner dan Pedrosa. Ducati yang diperkuat Velentino Rossi dan Nicky Hayden masih berkutat dengan masalah Desmosedici GP12. Rekan setim Lorenzo, Ben Spies, masih meragukan setelah belepotan pada lomba perdana.

Sementara pembalap-pembalap tim satelit, seperti biasanya butuh bantuan keajaiban untuk bisa mengganggu dominasi tim pabrikan. Apalagi claiming rule team (CRT), bisa menyaingi tim satelit saja sudah sangat bagus bagi mereka.

Masalahnya, Stoner dan Pedrosa juga menyisakan problem. Masalah chatter alias getaran pada Honda RC213V belum juga terselesaikan. Dengan mesi 1.000 cc yang lebih menguras tenaga, masalah itu bakal kian menyulitkan pembalap. Apalagi saat lomba diselenggarakan di sirkuit yang berliku seperti Jerez.

Belum lagi masalah kebugaran yang dialami Stoner. Seperti pengalaman musim 2010, Stoner butuh waktu yang cukup lama untuk kembali fit dari gangguan kehilangan cengkeraman seperti yang dia alami di Qatar. Pendek kata, jika Lorenzo dan Yamaha tidak melakukan kesalahan, sulit untuk mencari pesaing tangguh buat dia. (ang)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Posisi Blitz Naik Lagi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler