LPEI Gotong Royong Tingkatkan Ekspor UKM Jawa Tengah

Jumat, 15 Oktober 2021 – 18:24 WIB
Temu wicara pemangku kepentingan di Rumah Ekspor, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (15/10). Foto dok LPEI

jpnn.com, SURAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank menginisiasi sebuah wadah kerja, yaitu Rumah Ekspor yang berlokasi di Surakarta, Jawa Tengah.

Program yang merupakan sinergi bersama Kementerian Keuangan RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Luar Negeri RI, Kemenkop UKM RI ini ditujukan untuk menawarkan solusi dalam melakukan kegiatan berorientasi ekspor.

BACA JUGA: Bongkar Kelakuan Suami, Medina Zein: Beraninya Sama Cewek, Pengecut Lu!

“Rumah ekspor diharapkan bisa menjadi solusi yang cepat bagi hambatan yang dihadapi oleh pelaku usaha berorientasi ekspor, khususnya di wilayah Surakarta dan sekitarnya. Lokasinya akan berada di lantai 1 kantor kami di Surakarta,” ujar Direktur Eksekutif LPEI Daniel James Rompas pada sambutannya di Temu Wicara Pemangku Kepentingan di Rumah Ekspor, Surakarta, Jawa Tengah, Jumat (15/10).

"Sesuai dengan mandat kami, gotong royong seluruh Kementerian dan lembaga ini diharapkan dapat meningkatkan nilai dan volume ekspor yang berkelanjutan di wilayah Surakarta, Jawa Tengah dan sekitarnya," imbuh dia.

BACA JUGA: Hotel Milik Indonesia Ferry Property Berganti Nama

Program Rumah Ekspor ini juga disambut positif oleh para pelaku usaha ekspor.

Pada acara yang sama, Djudjuk Aryati selaku pemilik CV Cocoon Asia yang bergerak di bidang furniture mengatakan program Rumah Ekspor akan memudahkan para pelaku usaha ekspor untuk mengatasi hambatan yang kerap dihadapi oleh pelaku usaha, khususnya terkait perizinan dan administrasi.

BACA JUGA: Keutamaan Perbanyak Berdoa di Hari Jumat

Direktur PT Kharisma Rotan Mandiri Supriyadi meyakini inisiatif seperti Rumah Eksporlah yang dibutuhkan para pelaku usaha ekspor khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Tak hanya sinergi antar Kementerian dan Lembaga, Rumah Ekspor akan menyediakan National Export Dashboard (NED).

NED merupakan dashboard panel data terintegrasi yang memvisualisasikan data, informasi dan analisis kinerja ekspor nasional seperti sebaran wilayah, jenis komoditas, dan negara tujuan ekspor.

Akses data ini yang kemudian dapat dimanfaatkan baik oleh pelaku usaha ekspor di Surakarta dan sekitarnya maupun pemangku kepentingan lainnya untuk menyusun strategi ekspor ke depan serta kajian dan penelitian.

Direktorat Jenderal Bea Cukai Wilayah Jawa Tengah dan Yogyakarta serta Direktorat Jenderal Pajak Wilayah Solo juga berkomitmen untuk mendukung program kolaborasi Rumah Ekspor.

Pihaknya meyakini program ini juga akan semakin mengakselerasi program layanan publik, khususnya terkait ekspor nasional. 

“Kami sangat mendukung inisiasi dari LPEI pada program kolaborasi antar Kementerian dan Lembaga dalam wadah Rumah Ekspor. Hal ini mungkin nanti dapat kita diskusikan ke depan di Rumah Ekspor bersama para pelaku usaha,” kata Agus Sudarmadi, Direktur Informasi Kepabeanan dan Cukai (IKC) pada Temu Wicara yang sama.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler