LPEI Latih Ratusan Pelaku UKM Agar Tembus Pasar Ekspor

Selasa, 01 September 2020 – 19:15 WIB
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mengadakan pelatihan selama tiga hari untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Foto dok LPEI

jpnn.com, JAKARTA - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/ Indonesia Eximbank mengadakan pelatihan selama tiga hari untuk para pelaku Usaha Kecil Menengah Berorientasi Ekspor (UMBE), yang berada di kawasan Kalimantan, DI Yogyakarta dan Makassar (Sulawesi Selatan).

“LPEI dalam rangka HUT ke-11 melakukan berbagai kegiatan, khususnya untuk membantu para pelaku usaha dari pemberian bantuan alat protokol kesehatan yang tersebar di 18 provinsi dan pelatihan menggunakan jaringan daring guna membantu pelaku UMBE untuk tetap bertahan di masa pandemi covid-19 ini," ujar Corporate Secretary LPEI Agus Windiarto, Selasa (1/9).

BACA JUGA: LPEI: Bank Peserta Program Penjaminan Pemulihan Ekonomi Nasional Bertambah

Para pelaku UMBE ini tergabung dalam sebuah program Jasa Konsultasi yang diinisiasi oleh LPEI yaitu Coaching Program for New Exporter (CPNE).

Pelatihan ini merupakan program kelanjutan yang dilakukan oleh LPEI dalam kurun waktu satu tahun untuk meningkatkan capacity building, kemampuan pelaku UMBE dari sisi manajerial, juga meningkatkan daya saing produknya. 

BACA JUGA: Indonesia Eximbank Bantu UMKM Berorientasi Ekspor

“Pelatihan ini bersifat tematik, kali ini kami memberikan pelatihan bagi pelaku UMBE di sektor industri makanan minuman, furnitur dan kerajinan serta hasil laut dan perkebunan. Animonya cukup tinggi jika dilihat pelaku UMBE yang mengikuti pelatihan ini hingga mencapai di atas 100 orang,” tutur Agus.

Selama tiga hari para peserta mendapatkan pemahaman mengenai metode pembayaran internasional dan manajemen ekspor. Hal ini merupakan pengetahuan dasar bagi para calon eksportir pada saat memasuki pasar ekspor.

BACA JUGA: Nagita Slavina Dikabarkan Marah Gara-gara Perkataan Iis Dahlia, Raffi Ahmad Bilang Begini

Selain itu, juga ada pembelajaran mengenai pemasaran melalui e-commerce global yang sangat dibutuhkan dalam kondisi seperti ini sebagai alternatif dari pemasaran offline.

“Selain mendapatkan pengetahuan seputar metode pembayaran internasional dan manajemen ekspor, para pelaku usaha juga akan dibimbing dari dasar sampai mereka mampu dalam menggunakan e-commerce global sebagai saluran distribusi alternatif dalam memasarkan produk dan jasa mereka” ujar Hendra Soe, praktisi ekspor yang menjadi narasumber pada pelatihan tersebut.

Diharapkan, para pelaku usaha ini tidak hanya menghasilkan barang ataupun jasa yang berdaya saing tinggi, tetapi memiliki pemahaman yang baik tentang tata cara ekspor, kompetensi dalam bertransaksi ekspor serta keterampilan dalam manajemen ekspor.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler