LPEI Resmikan Program Desa Devisa Rumput Laut di Sidoarjo

Senin, 20 Desember 2021 – 11:57 WIB
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) meresmikan Program Desa Devisa Rumput Laut pertama di Indonesia, yang berada di Desa Kupang, Sidoarjo, Jawa Timur. Foto dok LPEI

jpnn.com, SIDOARJO - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank meresmikan Program Desa Devisa Rumput Laut pertama di Indonesia, yang berada di Desa Kupang, Sidoarjo, Jawa Timur.

Rumput laut merah diketahui memiliki manfaat sebagai pengental dan pembuatan gel untuk produksi agar-agar, kolagen, karagenan dan alginat bagi sektor industri / sektor makanan minuman.

BACA JUGA: Nikita Mirzani Mengaku Sedang Menjalin Hubungan Tanpa Status dengan 4 Pria Sekaligus

Program Desa Devisa Rumput Laut merupakan desa devisa ke-27 yang dibina dan diresmikan LPEI.

Dengan demikian sudah sebanyak 2.894 orang petani/penenun/pengrajin yang menerima manfaat dari Program Desa Devisa ini.

BACA JUGA: MPL Umumkan Master Speed Chess di Turnamen Mobile Game Catur, Seorang PNS Muda

“LPEI menyiapkan program yang terintegrasi dan terpadu untuk membangun dan meningkatkan kapasitas para petani rumput laut, anggota dan pengurus Koperasi Sumber Mulyo," ujar Direktur Pelaksana II LPEI/Indonesia Eximbank, Maqin U. Norhadi.

Bentuk pelatihan dan pendampingan yang diberikan LPEI antara lain berupa manajemen koperasi, teknik budidaya dan pengolahan, pemasaran, perluasan akses pasar, perijinan ekspor, sertifikasi, dan penyusunan laporan keuangan.

BACA JUGA: Anak Usaha PT PP Sulap Wajah Baru Pasar Besar Ngawi

Dengan menghasilkan produk berstandar ekspor diharapkan akan memiliki nilai tambah bagi para petani rumput laut di Desa Kupang dan pada gilirannya peningkatan kesejahteraan serta ekonomi pun akan dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Dalam peresmian Desa Devisa Rumput Laut, LPEI mendapat mandat untuk membantu program pemerintah melalui pembiayaan ekspor nasional, yang diberikan dalam bentuk pembiayaan, penjaminan dan asuransi serta jasa konsultasi.

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing, kualitas produk maupun jasa buatan Indonesia masuk ke pasar global.

Pada 2020 hasil produksi dari anggota koperasi ini mencapai 4.800 ton atau rata-rata produksi dari setiap anggota koperasi mencapai 6,8 ton pertahunnya.

"Dengan mengikuti Program Desa Devisa LPEI, maka sebanyak 59 petani rumput laut yang saat ini telah menjadi anggota Koperasi Sumber Mulyo 5.758 Desa Kupang, akan mampu meningkatkan produksi dan siap menjadi eksportir rumput laut secara mandiri dalam satu tahun mendatang," jelas Maqin.

Saat ini produk yang dijual koperasi berupa rumput laut yang dikeringkan untuk memenuhi pesanan buyer/ perusahaan-perusahan lokal.

Di antaranya ada buyer yang telah melakukan ekspor (pemasok untuk eksportir).

Rumput laut tersebut akan diolah menjadi tepung dan di ekspor ke negara kawasan Eropa dan Asia Timur.

"Adanya dukungan, bimbingan, dan pembinaan dari LPEI, usaha rumput laut di Desa Kupang Sidoarjo ini mudah-mudahan bisa semakin berkembang. Kami targetkan tahun 2022 kita sudah bisa ekspor sendiri," imbuh Anggota Komisi XI DPR Indah Kurnia.(chi/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler