Lubang Raksasa di Sukabumi Makin Besar, Awalnya 16 Meter, Lalu 20, Gempar..

Senin, 29 April 2019 – 21:19 WIB
Lubang besar kembali muncul di Kampung Legoknyenang, RT 05/ 02, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, kemarin (28/4). Foto: diambil dari Radar Sukabumi

jpnn.com, SUKABUMI - Warga Kampung Legoknyenang, Desa Sukamaju, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi gempar. Sebuah lubang raksasa muncul, Minggu (28/4) kemarin. Masyarakat sekitar semakin khawatir lantaran diameternya yang bertambah besar.

Dari pantauan Radar Sukabumi, lubang besar yang terbentuk di area sawah warga itu awalnya hanya berdiameter kurang lebih 16 meter dengan kedalaman sekitar 12 meter. Fenomena ini baru diketahui warga sekitar pukul 04.00 WIB.

BACA JUGA: Bus Rombongan Pelajar Kecelakaan, Dua Siswa Tewas

Namun, saat ini lubang tersebut semakin lebar hingga berukuran sekitar 20 meter dan kedalaman 12 meter. Akibatnya, satu rumah warga milik Cece Sudirman (61) dan infrastruktur jalan terancam tergerus.

Cece menjelaskan, sekitar pukul 04.00 WIB, dirinya mendengar gemuruh seperti turun hujan. Karena penasaran, akhirnya memutuskan untuk keluar rumah melihat ke arah datangnya suara dan ternyata di area sawah terbentuk lubang besar seperti yang sempat terjadi pada beberapa waktu lalu di lokasi yang sama.

BACA JUGA: Bum! SPBU di Cibadak Sukabumi Terbakar

“Kejadian ini kedua kalinya terjadi. Saya kaget ketika mendengar gemuruh dan getaran kuat seperti terjadi gempa bumi. Karena jarak rumah hanya sekitar sepuluh meter dari lubang besar ini sehingga saya bisa menyaksikan dengan jelas ketika amblasnya,” ujar Cece kepada Radar Sukabumi, Minggu (28/4).

BACA JUGA: Sentral Geopark Ciletuh, Pemkab Sukabumi Geser Kantor Pemerintahan ke Palabuhanratu

Menurutnya, terbentuknya lubang besar tersebut akibat di bawah area sawah di bawah tanahnya terdapat goa bekas peninggalan zaman dahulu.

Namun, saat ini goa tersebut sudah menjadi saluran air. “Air mengkikis tanah hingga membentuk lubang besar seperti ini. Khawatir lubang ini menggerus rumah kami yang mana tidak jauh dari lokasi,” tuturnya.

Sementara itu, Koordinator Pusdalops Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutisna menyebut, lubang besar yang kembali terbentuk di area pesawahan warga disebabkan adanya pelebaran pengikisan tanah akibat hujan deras.

Di lokasi amblasnya tanah atau longsor di area sawah tersebut, berpotensi terjadi amblas susulan yang mengancam sekitaran area lainnya di dekat lubang besar tersebut. “Selain itu, mengancam jalan setapak amblas juga,” sahut Daeng.

Menurutnya, kondisi terkini di lokasi lubang besar itu sudah bisa dikendalikan oleh adanya kerja sama relawan, tagana, perangkat desa, tenaga medis, kader posyandu, kader PKK, pemuda, TNI, Polri, Koramil dan Polsek yang siaga 1 x 24 jam.

“Sebagai upaya pencegahan, kami akan memindahkan warga di dekat lokasi lubang besar tersebut ke rumah-rumah saudara atau keluarga lainnya,” tandasnya.

(Baca Juga: Foto Pertama Lubang Hitam Raksasa di Luar Angkasa)

Sementara Pejabat Fungsional Perekayasa Utama Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Eddi Mulyadi menjelaskan, kejadian tersebut merupakan fenomena alam.

“Memang di lokasi ini terdapat sungai bawah tanah. Tadinya sungai biasa tapi waktu jaman purba ada kegiatan gunung api sehingga materialnya menutup sungai tersebut. Jika melihat kondisi seperti ini, diharapkan masyarakat berdekatan dengan lokasi bisa meningkatkan kewaspadaanya karena kemungkinan bisa semakin meluas,” singkatnya. (bam/t)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Optimistis Bakal Menang di Jabar, Kiai Maruf Genjot Dukungan di Sukabumi


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler