Luhut Binsar Punya Pengumuman Penting soal Minyak Goreng Murah, Catat!

Jumat, 24 Juni 2022 – 22:18 WIB
Menko Marves Luhut Binsar memberikan pernyataan soal minyak goreng. Ilustrasi. Foto: Ricardo/JPNN.com.

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah akan melakukan sosialisasi penggunaan 'PeduliLindungi' untuk penjualan dan pembelian minyak goreng curah rakyat.

Adapun pelakasanan tersebut berlaku selama dua minggu terhitung sejak Senin, 27 Juni 2022.

BACA JUGA: Luhut: Minyak Goreng Curah Saya Bikin Kemasan, Bertahap, ya

Menteri Koordinator (Menko) Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan setelah masa sosialisasi selesai, seluruh penjualan dan pembelian minyak goreng curah menggunakan aplikasi 'PeduliLindungi'.

Kemudian, masyarakat yang belum punya PeduliLindungi masih bisa membeli dengan menunjukkan NIK.

BACA JUGA: Pak Luhut, Kalau Minyak Goreng Curah Dihapus, Nasib UMKM Bagaimana?

“Masa sosialisasi akan dimulai Senin dan akan berlangsung selama dua minggu ke depan," ujar Luhut dalam konferensi pers, Jumat (24/6).

Selanjutnya, terdapat empat kementerian yang akan mengkoordinasikan sosialisasi tersebut, yakni Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian.

BACA JUGA: Update Terbaru Harga Minyak Goreng di Alfamart dan Indomaret, Turun, Bun!

Dalam mekanismenya, pemerintah akan membatasi pembelian minyak goreng curah di tingkat konsumen maksimal 10 kilogram untuk satu NIK per harinya.

"Nantinya, minyak goreng curah akan dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 14 ribu per liter atau Rp 15.500 per kilogram," ungkap Luhut.

Luhut menjelaskan konsumen dapat memperoleh minyak goreng curah dengan harga tersebut di penjual atau pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0 dan melalui pelaku usaha jasa logistik dan eceran (PUJLE), yakni Warung Pangan dan Gurih.

“Ini upaya bersama dari kementerian dan lembaga terkait untuk mengurai masalah terkait minyak goreng. Pada tahap awal, tentu akan membutuhkan penyesuaian. Saya yakin masyarakat pasti bisa cepat beradaptasi dengan sistem baru ini, karena tujuannya untuk kebaikan bersama,” tegas Luhut. (mcr28/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler