M Qodari: Gibran Bisa Jadi Figur Pemersatu di Tubuh KNPI

Sabtu, 13 Maret 2021 – 16:05 WIB
Pengamat Politik Indo Barometer M Qodari. Foto: dokumentasi JPNN.com/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengapreasi rencana tiga kubu Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) melakukan islah dan Kongres Bersama XVI pada 2021 ini.

Menurut Qodari, perpecahan di tubuh KNPI sudah terjadi sejak 15 tahun lalu yang dimulai dualisme kepengurusan periode 2008-2011 antara kubu Ahmad Doli Kurnia dengan Azis Syamsuddin.

BACA JUGA: Gibran Ajukan Ide Menarik untuk Pelaksanaan Piala Menpora

Terakhir, perpecahan di tubuh KNPI tidak hanya dualisme kepengurusan. Sebab, ada tiga kubu yang mengaku sebagai ketua umum KNPI, yakni Haris Pertama, Noer Fajrieansyah, dan Abdul Aziz.

“Ini tentunya sesuatu ironi dan kerugian. Ironi karena pemuda itu sebetulnya tokoh pemersatu bangsa, dimulai dan ditandai dengan peristiwa Sumpah Pemuda 1928,” kata Qodari, Sabtu (13/3/2021).

BACA JUGA: Menteri Yasonna Minta 3 Kubu KNPI Gelar Kongres Bersama

Qodari menambahkan pada masa pandemi Covid 19 saat ini semestinya semua elemen masyarakat bersatu dan bahu-membahu untuk mengatasi permasalahan yang muncul.

“Orang muda adalah mereka yang diharapkan menjadi garis terdepan dalam perjuangan melawan pandemi ini. Jadi sesungguhnya sebuah urgensi yang luar biasa bagi KNPI untuk segera bersatu,” ujar Qodari.

BACA JUGA: Menkum HAM Sambut Baik Rencana KNPI Gelar Kongres Bersama

Untuk meredam konflik yang sudah 15 tahun lebih terjadi di tubuh kepengurusan DPP KNPI, kata Qodari, dibutuhkan figur pemersatu yang bisa diterima semua kalangan.

“Pertama, karena dia bukan menjadi bagian dari konflik. Kedua, dia juga figur yang lagi naik daun. Ketiga dia juga membawa iklim dan program baru, yang betul-betul fresh,” ujar Qodari

Oleh karena itu Qodari menyebut nama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming sebagai pilihan tepat memimpin KNPI. Alasannya, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu merupakan sosok muda yang bukan bagian dari konflik dan diharapkan menjadi titik temu bagi semua faksi di KNPI.

Qodari menilai Gibran juga memiliki latar belakang entrepeneur yang diharapkan mampu membuat program kerja dan suasana kerja baru berorientasi kewirausahaan, dan tidak berpandangan pada politik an sich.

“Jadi, tepat apabila para kubu-kubu yang berkonflik ini bisa mulai mempertimbangkan Gibran sebagai ketua umum KNPI, sebagai momentum kembali bersatu, sekaligus momentum bersatunya kembali pemuda se-Indoneisa,” ujar Qodari.

Namun, Qodari juga menyebut hal lain untuk menyatukan KNPI. Qodari meminta kebesaran hati para senior masing-masing kubu di KNPI yang selama ini bertikai itu.

“Untuk bisa bersatu itu diperlukan kebesaran hati dari kubu-kubu yang selama ini berkonflik, termasuk tokoh-tokoh seniornya, karena sesungguhnya perpecahan ini adalah turunan dari perpecahan-perpecahan sebelumnya,” kata Qodari.

Selain itu, Qodari mendorong para tokoh senior KNPI turun gunung mendorong perdamaian. "Misalnyam Akbar Tanjung, Tjahjo Kumolo, Idrus Marham," cetusnya.

Qodari juga mewanti-wanti para senior di KNPI tidak menjadi bagian dari konflik.

“Jangan justru para senior jadi bagian dari pembelahan, apalagi mejadi sutradara pembelahan, karena sedikit banyak konflik itu terjadi karena ada campur tangan dari pada seniornya,” kata Qodari.(fri/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler