Mahasiswi Itu Hendak ke Natuna Urus Skripsi, Berakhir di Medan

Kamis, 02 Juli 2015 – 02:45 WIB
Foto: Triadi W/Sumut Pos/JPNN

PEKANBARU - Tragis. Niat minta restu orangtua mengikuti ujian skripsi, harus dibayar dengan nyawanya. Itulah yang dialami Anggie Cesha (22) mahasiswi UIN Suska Riau, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Jurusan Pendidikan Matematika, semester X.
 
Anggie menjadi salah satu korban jatuhnya pesawat Hercules C-130 di Medan, Sumatera Utara.
 
''Saya tidak menyangka, ternyata Anggie jadi korban jatuhnya pesawat Hercules,'' ujar Wilna Sari, teman sekelas korban, kepada Pekanbaru Pos (Grup JPNN), Rabu (1/7).
 
Wilna mengatakan skripsi Anggie baru di-ACC dosen pembimbing, hanya tinggal ujian akhir.
 
''Ia pulang ke Natuna untuk mengurus persiapan ujian skripsi. Sekaligus meminta restu orangtua,'' imbuh Wilna.
 
Keinginan Anggie untuk segera menyelesaikan skripsinya, kata Wilna cukup kuat. Ia sering berjalan kaki dari kosnya di Jalan Buluh Cina, Panam ke kampus.
 
Ia mengaku mengetahui teman sekelasnya menjadi salah satu korban pesawat Hercules naas itu dari sejumlah BBM teman. Awalnya ia tidak percaya Anggie sudah tiada. Karena sebelumnya ia dan korban masih sempat berkomunikasi perihal perkembangan skripsi.
 
''Kita berdua sama-sama sedang menyiapkan diri untuk mengikuti ujian munaqasah,'' katanya.
 
Di mata Wilna, Anggie sosok perempuan yang ramah, tidak sombong dan tidak terlalu suka mencampuri urusan orang. Wajahnya cukup cantik dan bisa diajak seru seruan. ''Ia orang tidak suka ngeluh dan simpel,'' kata Wilna.

Kehilangan Istri dan 2 Anak

BACA JUGA: Dikira Petugas Hotel Antar Sarapan, Eh Ternyata Razia Pasangan Bukan Muhrim

Sementara itu, Indra Putra warga Jalan Pesantren Perumahan Family Residence Bloc C No 13 RT 05 RW 06 Kelurahan Kulim, Kecamatan Tenayanraya juga menjadi korban pesawat naas tersebut.
 
Ia harus kehilangan istri dua orang anaknya dalam peristiwa tragis tersebut. Indra merupakan anggota TNI AU yang juga dikenal sebagai Ustad di perumahannya.
 
''Tadi malam orang ramai ke rumahnya untuk yasinan. Keluarga ini dikenal baik, selalu membina anak-anak komplek untuk mengaji dan menuntut ilmu agama. Istri beliau juga dikenal ramah,'' ujar Putra, tetangga korban.(c/don/c/did)
    

 

BACA JUGA: Sebelum Berangkat Naik Hercules, Dia Terlihat Lebih Ceria

BACA JUGA: Aduh, JPU Salah Pasal, Sidang Pembunuhan Anaktuha Ditunda

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jalan Panturan Dijamin tak Ada Lubang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler