Mahfud Akui Dana Asabri Melorot Tapi Jaminan Hari Tua Tetap Aman

Kamis, 16 Januari 2020 – 17:22 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menerima Menteri BUMN Erick Thohir di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (16/1). Dalam pertemun itu, ia dan Erick membahas masalah dugaan korupsi di Asabri. Menurut Mahfud, di Asabri itu muncul dugaan salah kelola aset.

"Belakangan ini diributkan, isunya, kan, ada dugaan ketidakberesan atau korupsi waktu itu. Sebab, sebelum itu di media memang sudah ada, dua hari sebelum itu, kan, sudah ramai di media terjadi penurunan jumlah aset yang diduga karena salah kelola," kata Mahfud usai pertemuan.

BACA JUGA: Dahnil: Dugaan Korupsi di Asabri Tidak Seperti di First Travel

Dalam pertemuan dengan Erick, Mahfud turut menerima laporan terkait kondisi keungan Asabri. Hingga kini, menurut Mahfud, keuangan perusahaan pelat merah itu masih stabil.

Mengacu laporan itu, Mahfud meminta para prajurit TNI dan anggota Polri tetap bekerja seperti biasa tanpa memusingkan jaminan hari tua. Negara akan menjamin dana prajurit tidak hilang di tengah kabar persoalan di Asabri.

BACA JUGA: Dugaan Korupsi di Asabri, Prabowo Minta Prajurit Cool

"Artinya dari dana yang melorot sejauh itu masih bisa menjamin dan ini diselsaikan secara baik," kata dia.

Erick menekankan, keuangan Asabri dalam kondisi stabil di tengah beredar kabar tidak sedap. Namun, Erick tidak mau memastikan tentang dugaan adanya salah kelola aset di Asabri.

BACA JUGA: Pemerintah Jepang Berencana Batasi Pemakaian Smartphone, Ini Alasannya

"Namun, apa ada penyelewengan daripada penurunan aset karena salah investasi? Itu, kan, ada prosesnya sendiri," ujar Erick.

Dia mengatakan, dugaan salah kelola aset Asabri sudah masuk ranah hukum. Erick menyerahkan aparat penegak hukum untuk menyelidiki dugaan salah kelola aset di Asabri.

"Biar itu berjalan sesuai dengan aturannya dan tentu domain hukum bukan di Kementerian BUMN. Kalau kami, kan, lebih ke korporasinya," kata Erick. (mg10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler