Makan Siang Gratis, Upaya Cawapres Gibran Mencegah Stunting

Oleh: Samsul Bahri

Kamis, 04 Januari 2024 – 23:51 WIB
Calon Wakil Presiden RI nomor urut 2 di Pilpres 2024 Gibran Rakabuming Raka. Foto: Ricardo/JPNN.com.

jpnn.com - Program makan siang dan pemberian susu gratis merupakan langkah proaktif yang dapat membantu mencegah masalah stunting pada anak-anak.

Stunting, atau keterlambatan pertumbuhan pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis, telah menjadi isu kesehatan global yang memerlukan solusi terintegrasi.

BACA JUGA: Budiman Sebut Prabowo-Gibran Bakal Hadirkan Sekolah Unggulan di Seluruh Indonesia

Beberapa ahli telah memberikan pandangan mendalam terkait efektivitas program-program semacam ini.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Marie T. Ruel dan Harold Alderman (2013) yang dipublikasikan dalam jurnal "Nutrition-sensitive interventions and programmes: how can they help to accelerate progress in improving maternal and child nutrition?", program-program gizi seperti pemberian makanan berkualitas tinggi dan susu dapat menjadi bagian penting dalam mengurangi stunting.

BACA JUGA: Prabowo-Gibran Berkomitmen Mendukung Kemerdekaan Palestina

Ruel dan Alderman menyatakan bahwa intervensi gizi yang tepat waktu dan terukur dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan anak-anak, termasuk mencegah stunting.

Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Caitlin Well, et al. (2022) dalam jurnal " The Impact of School Meal Programs on Educational Outcomes in African Schoolchildren: A Systematic Review" menunjukkan bahwa program makan siang di sekolah dapat memiliki dampak positif terhadap status gizi anak-anak.

BACA JUGA: TKN Sebut Surat Bawaslu Jakarta Pusat Bukan Putusan Soal Dugaan Pelanggaran Gibran

Dalam penelitian tersebut, mereka menemukan peningkatan signifikan dalam asupan nutrisi dan penurunan kejadian stunting pada anak-anak yang mendapat program makan siang di sekolah.

Program-program semacam ini juga telah terbukti efektif dalam berbagai negara. Sebagai contoh, di beberapa negara Eropa, program makan siang di sekolah telah menjadi bagian integral dari upaya pencegahan stunting.

Studi kasus di Denmark, seperti yang diceritakan dalam buku "School Lunch Politics: The Surprising History of America's Favorite Welfare Program" karya Susan Levine, menyoroti peran penting pemberian makan siang di sekolah dalam meningkatkan kesehatan anak-anak dan menurunkan tingkat stunting.

Namun, meskipun program-program ini menjanjikan, implementasi yang tepat dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilannya. Menurut laporan "Scaling Up Nutrition: What Will It Cost?" yang diterbitkan oleh The World Bank, keberhasilan program-program pencegahan stunting, termasuk pemberian makan siang dan susu gratis, memerlukan koordinasi antara sektor pemerintah, lembaga pendidikan, dan ketersediaan dana yang memadai.

Dalam konteks Indonesia, program-program serupa telah diadopsi, tetapi tantangan implementasi dan pembiayaan tetap menjadi fokus utama.

Pemerintah telah meluncurkan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) di sekolah untuk mencegah stunting, namun evaluasi dan pengembangan lebih lanjut masih diperlukan untuk memastikan keberlangsungan serta dampak positif yang signifikan.

Program pemberian makan siang dan susu gratis memiliki potensi besar untuk membantu mencegah stunting pada anak-anak.

Pendekatan ini didukung oleh penelitian yang menunjukkan hubungan yang erat antara gizi yang memadai dan pertumbuhan anak-anak yang sehat.

Namun, implementasi yang tepat, pengawasan yang cermat, serta koordinasi yang baik antara berbagai pihak merupakan kunci utama dalam keberhasilan program-program ini dalam mengatasi masalah stunting.

Berdasarkan rasionalisasi ini, Gibran Rakabuming Raka, calon wakil presiden nomor urut 2, secara terbuka mengungkapkan Program Makan Siang Gratis yang dijanjikannya pada Debat Cawapres Pilpres 2024, pada Jumat (22/12) malam.

Dalam pernyataannya, ia mengklaim bahwa program ini memerlukan anggaran sebesar Rp 400 triliun. Meskipun program ini ditujukan untuk meningkatkan pembangunan kualitas sumber daya manusia, banyak yang mengeluarkan kritik terhadapnya.

Gibran dengan yakin menyatakan bahwa program ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga akan menciptakan efek ganda yang signifikan.

Menurutnya, efek tersebut akan timbul dari penggunaan anggaran sebesar Rp400 triliun untuk program tersebut, yang akan memberikan manfaat besar bagi warung tegal (warteg) dan layanan katering di berbagai daerah.

"Program ini akan menjadi insentif bagi para ibu yang memiliki warteg dan bisnis katering di daerah. Bayangkan dampaknya saat Rp400 triliun mengalir ke berbagai wilayah. Semua ibu akan terlibat dalam menyediakan makan siang untuk anak-anak. Inilah yang saya maksud dengan infrastruktur sosial sebagai investasi menuju puncak kejayaan Indonesia," paparnya.

 Penulis Adalah Anggota IMM Cabang Cirendeu dan DPC Permahi Tangsel

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler