Malaysia Masters 2020: Ganda Putra Tuan Rumah Jengkel sama Aturan BWF

Senin, 06 Januari 2020 – 09:26 WIB
Tan Wee Kiong (kiri) dan Goh V Shem. Foto: AFP

jpnn.com, KUALA LUMPUR - Turnamen pembuka BWF World Tour tahun ini Malaysia Masters 2020 bakal bergulir mulai Selasa (7/1) di Axiata Arena, Kuala Lumpur.

Jelang ajang level Super 500 itu digelar, ganda putra Malaysia yang merupakan peraih medali perak Olimpiade Rio, Goh V Shem/Tan Wee Kiong menyuarakan kekesalannya terhadap aturan undian dari BWF.

BACA JUGA: Lihat! Ini Aksi Terbaik di Final Malaysia Masters 2019

V Shem mengatakan, mereka masih sulit menerima kenyataan bahwa mereka terus mendapat undian melawan rekan senegaranya di babak awal.

Pada Malaysia Masters 2020 ini, Goh/Tan yang kini menempati peringkat sepuluh dunia, ketemu ganda Malaysia ranking delapan BWF Aaron Chia/Soh Wooi Yik. "Menghadapi rekan senegara adalah hal terakhir yang ingin dilihat oleh siapa pun pemain ketika undian turnamen muncul,” kata V Shem seperti dilansir The Star.

BACA JUGA: Bikin Tuan Rumah Gigit Jari, Minions Pertahankan Tradisi Hebat Indonesia di Malaysia Masters

Memang Goh/Tan baru kali ini mendapat undian melawan Aaron/Soh, tetapi pada 2019, mereka harus menghadapi duet Malaysia lainnya Ong Yew Sin/Teo Ee Yi sebanyak empat kali di babak awal BWF World Tour.

“Kami menghadapi Ong/Teo total empat kali di babak awal, memenangi semuanya, tetapi kami tidak menikmati kemenangan itu. Tidak mungkin kamu akan merasa senang memukul bangsamu sendiri keluar dari kompetisi di babak awal. Buat kami, undian seperti itu lucu. Ada 32 pasangan, tetapi kenapa harus melawan mereka (Ong/Teo)," tutur V Shem.

BACA JUGA: Ruhut Sitompul Sebut Luhut dan Prabowo Sudah Benar soal Natuna

“Kami sangat berharap BWF mau meninjau sistem undian. Mereka mengklaim itu acak, tetapi bagaimana bisa ada begitu banyak kebetulan?" imbuhnya.

V Shem meminta BWF membawa kembali sistem unggulan kesembilan sampai 16 tidak saling bentrok di awal kompetisi termasuk yang berlaku terhadap unggulan pertama hingga delapan.

"Misalnya, Aaron/Shoh yang nomor delapan, tidak ketemu sepuluh di babak pertama. Di bawah sistem saat ini, pemain unggulan teratas bisa menghadapi nomor sembilan, sementara 20 bisa menghadapi 30. Itu akan melemahkan turnamen di tahap selanjutnya," ujar V Shem. (adk/jpnn)

VIDEO: Suaranya Mirip 3 Artis Top


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler