Manajer PSS Sleman U-16 Mengaku Dihajar Oknum Brigata Curva Sud

Senin, 24 Juni 2019 – 01:02 WIB
Suporter PSS Sleman Brigata Curva Sud (BCS). Foto: BCS PSS

jpnn.com, SLEMAN - Manajemen PSS Sleman berencana memindahkan kantor mereka yang kini berada di kompleks Stadion Maguwoharjo.

Wacana itu mengemuka setelah oknum suporter merusak kantor PSS usai laga melawan Bhayangkara FC, Jumat (21/6).

BACA JUGA: Lebaran, Fatchu Cari Keringat hingga Memancing di Laut Probolinggo

“Mungkin kami mempertimbangkan mencari tempat lain untuk kantor PSS,” kata CEO PSS Viola Kurniawati kepada Jawa Pos, Sabtu (22/6).

BACA JUGA: PSS Sleman 1 vs 1 Bhayangkara FC: Wahyu Tri Nugroho Dapat 15 Jahitan, Indra Kahfi 10

BACA JUGA: Arsyad Yusgiantoro: Lebaran Yang Bikin Enak Makan Ayam Lodho

Viola mengaku tak tahu penyebab oknum suporter PSS merusak kantor manajemen.

Namun, dia mengecam keras tindakan tersebut. Dia bahkan sudah melaporkan aksi itu ke pihak berwajib.

BACA JUGA: Alfredo Vera Ingin Menikmati Ibu Kota Selama Masa Libur Lebaran

“Kami menyerahkan semua proses ke pihak yang berwenang,” katanya.

Meski begitu, Viola menjamin perusakan oleh oknum suporter tak akan mengganggu kinerja manajemen.

“Kami tetap fokus untuk program PSS ke depannya,” tambah dia.

Bukan hanya kantor yang jadi sasaran. Manajer PSS U-16 Johanes Sugianto juga jadi korban.

Itu terjadi saat laga PSS kontra Bhayangkara FC baru saja tuntas. Tak lama berselang, oknum suporter PSS merangsek ke pinggir lapangan.

Johanes langsung jadi target. Pinggangnya disikat. Belum sampai Johanes membela diri, giliran telinganya dipukul dari arah lain.

“Saya masih merasakan sakit di bagian tulang rusuk dan telinga. Kepala masih terasa pusing dan pundak terasa kaku,” kata Johanes saat dihubungi Jawa Pos.

Yang mengejutkan, saat ditanya Jawa Pos soal pelaku pemukulan, dia mengaku kenal.

“Dari dua yang mukul saya, satu di antaranya saya kenal,” imbuhnya.

Menurutnya, oknum tersebut berasal dari kelompok supporter Brigata Curva Sud (BCS).

Jo menjelaskan, saat melakukan pemukulan, oknum supporter itu berteriak ke arahnya.

“Kurang ajar. Kenapa tanya-tanya uang BCS? Saya tidak takut,” kata Jo menirukan ucapan pelaku.

Dia memang diminta oleh manajemen perihal uang hasil penjualan tiket oleh BCS pada laga pembuka Liga 1 kontra Arema FC pada 15 Mei lalu.

Sebab, manajemen memang belum menerima laporan tersebut.

“Hal yang wajar bila manajemen menanyakan karena belum ada laporan pertanggungjawaban,” tambahnya.

Jawa Pos sudah mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak BCS. Namun, pesan singkat dan telepon tidak direspons. (gus)

BACA ARTIKEL LAINNYA... PSS Sleman Rampingkan Skuat ke Jayapura


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler