Mantan Ajudan Ungkap Fakta soal Listyo Sigit Prabowo

Kamis, 28 Januari 2021 – 11:03 WIB
Iptu Joko Agus (kanan) bersama Listyo Sigit Prabowo saat masih menjabat Kapolresta Surakarta. Foto: REPRO ANTONIUS C/RADAR SOLO

jpnn.com, SOLO - Sebelum menjadi Kapolri, Listyo Sigit Prabowo pernah memegang tongkat komando Polresta Surakarta.

Pria kelahiran Ambon 1969 itu menjabat sebagai Kapolresta Surakarta selama sembilan bulan, sejak April 2011 hingga Februari 2012.

BACA JUGA: Kapolri Listyo Sigit Blak-blakan tentang Sosok Jenderal Idham Azis

Loyalitas tanpa batas menjadi slogan Listyo selama menjabat. Hal itu diungkapkan Ipda Joko Agus Prawono, mantan ajudan Listyo kala menjabat sebagai Kapolresta.

Saat itu pangkat Joko masih briptu.

BACA JUGA: Listyo Sigit Dilantik Jadi Kapolri, Hadi Purwanto: Ini Hari yang Dinantikan Insan Polri di Seluruh Indonesia

Mendampingi Listyo sejak awal hingga akhir bertugas di Kota Bengawan, perwira pertama yang saat ini menjabat sebagai Kanit Provost Polresta Surakarta ini menuturkan, Listyo merupakan sosok pemimpin yang santun, berwibawa, dan tegas.

“Beliau sosok pemimpin yang tidak sungkan memberikan apresiasi kepada anggota yang menurut beliau pantas. Loyalitas, itu yang beliau tekankan. Baik langsung maupun lewat apel. Anggota masuk dan bertugas saja, itu sudah mendapat apresiasi tersendiri dari beliau,” kata Joko seperti dikutip dari Radar Solo.

BACA JUGA: Pengakuan Listyo Sigit Prabowo soal Jenderal Idham Azis, Ada Kata Elang

Bentuk loyalitas ketika menjabat tidak hanya diberikan kepada internal satuan, namun juga kala melayani masyarakat Kota Bengawan. Tidak kenal capek. Hampir 24 jam digunakan Listyo untuk menjamin keamanan dan kenyamanan Kota Bengawan.

“Bapak (Listyo Sigit) itu bangun pagi. Kemudian sarapan lalu berangkat ke kantor. Kalau tidak ada rapat di luar kantor bersama forkompimda, biasanya bapak full di kantor. Pulang kantor, ke rumdin (rumah dinas), mandi, ganti baju, setelah itu 'muter,' patroli. Kalau Solo belum tidur, bapak juga belum tidur. Paling cepat beliau tidur pukul 03.00, kadang hingga 03.30. Dia ingin memastikan tidak ada gangguan kamtibmas,” kata Joko.

Meski sudah berpangkat tinggi, Listyo tak pernah melupakan mantan anak buahnya.

Buktinya, setelah menduduki sejumlah jabatan strategis di jajaran kepolisian, dia masih kerap menghubungi Joko untuk sekadar menanyakan kabar.

“Kadang kalau beliau ada kunjungan ke Solo sering WA saya. Ketemu, ya ngobrol-ngobrol ringan saja," tuturnya.

Tak hanya anggota, beberapa tokoh di Kota Bengawan juga memiliki kenangan tersendiri, seperti Habib Hasan Mulachela.

Dia menilai jabatan Kapolri sudah pas dipegang oleh Listyo. Sebab, banyak kasus yang berhasil diselesaikan selama dia bertugas.

Habib Hasan mengaku kenal dengan Listyo Sigit sejak menjadi Kapolresta Surakarta hingga menjabat Kabareskrim Polri.

“Beliau itu orangnya tegas, tetapi juga humanis kepada masyarakat. Tidak membeda-bedakan siapa saja. Kemudian semua tenaga dan pikirannya dicurahkan seluruhnya untuk mengayomi, melindungi, dan melayani masyarakat,” katanya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Pimpinan Cabang Nahldatul Ulama (PCNU) Surakarta Mashuri. Pria ini mengatakan, Listyo merupakan sosok rendah hati dan dinilai dapat merangkul seluruh elemen termasuk para ulama.

“Saat bertugas di Solo, Pati, Semarang dan di mana saja bertugas selalu dekat dengan ulama. Yang saya kenal, sifat beliau rendah hati, ramah, serta memanusiakan manusia,” katanya.

Dia menambahkan, saat bertugas di Solo sebagai kapolresta, Listyo selalu bersilaturahmi dengan para ulama termasuk ulama NU. Sehingga komunikasi dengan seluruh elemen berjalan dengan baik.

“Slogan modern dan terpercaya harus selalu ditingkatkan. Berbagai pendapat kepada kepolisian harus disikapi dengan baik. Kalau internal baik dampak ke masyarakat juga baik,” katanya. (antoniuschristian/*/bun)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler