Mantan Istri Mau Menikah Lagi, Kakek 71 Tahun Ini Cemburu, Lalu Berbuat Nekat di Kamar

Rabu, 23 Maret 2022 – 04:31 WIB
Pihak kepolisian ketika melakukan olah TKP pembunuhan di rumah korban di wilayah Labuapi, Lombok Barat, NTB, Selasa (22/3/2022). Foto: ANTARA/HO-Humas Polres Lombok Barat

jpnn.com, MATARAM - Seorang kakek berinisial R, 71, nekat menghabisi nyawa mantan istrinya karena tak terima korban menikah lagi dengan pria lain. Pelaku membunuh korban dengan sebilah belati.

Kepala Satreskrim Polres Lombok Barat Iptu I Made Dharma mengatakan pihaknya menerima informasi masyarakat perihal temuan jenazah korban berinisial M di dalam rumahnya dengan keadaan bersimbah darah Senin malam (21/3).

BACA JUGA: Soal AKBP Beni Mutahir Tewas Ditembak Tahanan, Saiful Anam: Ini Seperti Koboi Jalanan

“Begitu menerima informasi tersebut, kami bersama tim identifikasi inafis, langsung ke TKP (tempat kejadian perkara)," kata Dharma, Selasa (22/3).

Lokasi yang menjadi temuan jenazah perempuan berusia 50 tahun itu berada di Dusun Datar, Desa Bengkel, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat.

BACA JUGA: Diintai Warga Berminggu-minggu, Pria Ini Akhirnya Tertangkap Basah, Duh Kelakuannya

"Dari identifikasi lapangan, dipastikan korban sudah meninggal dunia dengan luka sayat di bagian leher. Dugaan sementara meninggal karena pendarahan," ujarnya.

Dharma mengatakan pihaknya telah melakukan interogasi sejumlah saksi yang menemukan dan berada di sekitar lokasi.

BACA JUGA: Sejoli Tewas Mengenaskan di Mobil, Si Pria sudah Beristri, Teman Wanitanya Ternyata

"Kalau dari rumah yang menjadi lokasi temuan jenazah korban ini memang ada juga kita temukan perempuan, anak sulung korban dan cucu-nya yang masih usai anak. Tetapi anak sulungnya yang perempuan kurang normal, makanya keterangan kami dapat dari warga sekitar," ucap dia.

Dari keterangan saksi di lapangan, dugaan pelaku mengarah kepada mantan suaminya yang masih tinggal dalam satu kampung dengan korban.

"Selasa dinihari (22/3) sekitar pukul 01.00 Wita, itu kami langsung merapat ke rumah terduga pelaku," katanya.

Dia mengatakan, beruntung pihaknya cepat tiba di rumah terduga pelaku. Karena pelaku diduga hendak melakukan upaya bunuh diri.

"Jadi pas kami datang, terduga pelaku ini sudah tergeletak lemas dengan belati disampingnya. Dia mencoba bunuh diri dengan menyayat lehernya," ujar Dharma.

Tim yang mendapatkan kondisi terduga pelaku demikian, langsung melarikannya ke Puskesmas Labuapi.

"Beruntung kata dokter, luka sayat-nya tidak dalam, jadi masih bisa tertolong," ucapnya.

Dengan kondisi ini pun, Dharma menegaskan bahwa terduga pelaku kini sedang menjalani perawatan intensif di Puskesmas Labuapi.

"Jadi terhadap terduga, kami belum lakukan pemeriksaan lanjutan Tetapi sudah ada dua anggota yang saya tugaskan untuk memantau dan berjaga di puskesmas," katanya.

Dharma mengatakan pihaknya sudah mengidentifikasi dugaan sementara modus maupun motif terduga membunuh mantan istrinya.

"Dari saksi-saksi, dugaan motif sementara ini, terduga pelaku cemburu karena tahu mantan istrinya mau menikah lagi. Mereka baru cerai, sekitar enam bulan lalu," ujar Dharma.

Perihal modus terduga pelaku melakukan aksi pembunuhan tersebut, lanjutnya, dilakukan dengan masuk ke rumah korban secara diam-diam tanpa sepengetahun warga maupun korban.

"Dari informasi, terduga pelaku ini masuk ke dalam rumah melalui atap," ucapnya.

Kemudian untuk keberadaan jenazah korban, kini dikatakan Dharma masih disemayamkan di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram.

"Rencananya besok akan dilakukan autopsi. Jadi untuk penyebab kematiannya belum bisa kita pastikan, tunggu hasil autopsi itu," kata Dharma.

Dalam upaya penyelidikan kasus ini pun pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP di rumah korban. Kegiatannya berlangsung Selasa pagi (22/3).

BACA JUGA: Kompol Kadek Ungkap Fakta Soal Sejoli yang Tewas dengan Mulut Berbusa di Mobil, Ada Setruk

"Dari olah TKP sudah ada beberapa barang bukti yang turut diamankan, diantaranya belati yang diduga digunakan terduga pelaku membunuh korban," ujarnya.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler