Mantap Jadi Movie Reviewer, Gandhi Fernando Kerap Lakukan Ini

Minggu, 06 November 2022 – 15:34 WIB
Gandhi Fernando. Foto: dok. pribadi

jpnn.com, JAKARTA - Aktor sekaligus produser dan penulis skenario, Gandhi Fernando mencoba profesi baru sebagai movie reviewer content creator.

Dia me-review semua jenis film, series, web series, bahkan video klip dan sinetron sejak 2021.

BACA JUGA: Puluhan Film Keren Tayang di KlikFilm Bulan Ini, Simak Sinopsisnya

Gandhi mengaku awalnya hanya iseng membuat review film di TikTok dan mendapat respons positif.

"Tiba-tiba naik ratusan ribu, bahkan sampai jutaan penonton," kata Gandhi Fernando, dalam keterangannya, Minggu (6/11).

BACA JUGA: 3 Film Spesial Sejarah Ini Menarik Ditonton, Catat Tanggal Tayangnya

Sejak saat itu, lanjut produser dan aktor film Visionary, The Right One, Pizza Man, Tuyul, dan Midnight Show ini, dia mulai banyak masuk brand campaign dan endorsement deals.

"Alhasil saya berpikir ini harus serius dan konsisten," ujar pria lulusan Filmmaking di University of California Los Angeles.

BACA JUGA: 3 Berita Artis Terheboh: Konser NCT 127 Dihentikan, Lesti Pindah Rumah Gegara Bangkrut?

Menurut Gandhi, aktivitasnya selama ini sebagai pelaku film sangat membantunya menjadi movie reviewer.

Pengalaman di depan dan belakang layar, serta didukung dengan pendidikan, membuat dia memahami dan menilai sebuah film dari performa para aktor, script, directing, sinematografi.

Kemudian dari make up, kostum, CGI, tata artistik sampai editing dan sound design. "Jadi, tidak menilai film dari hanya bagus dan tidak secara jalan cerita," tutur Gandhi.

Review film, menurut Gandhi, akan memberi pengaruh pada penjualan tiket atau langganan streaming. Sebuah film atau series akan lebih ramai kalau diperbincangkan banyak orang.

Movie reviewer di Tiktok adalah jendela utama untuk para produser dan platform streaming agar filmnya diperbincangkan banyak orang. Jika filmnya tidak ada yang memperbincangkan, biasanya sepi.

"Karena mayoritas orang ingin menonton film yang ramai diperbincangkan agar menjadi bahan obrolan di kalangan pertemanan mereka," jelasnya.

Meski demikian, bukan berarti perjalanan dirinya menjadi movie reviewer mulus. Di tengah jalan ada juga komentar yang menilainya tidak kredibel.

"Jadi, supaya win-win solution saya permisi dan minta maaf dahulu di awal untuk mereview," ujarnya.

Menurut Gandhi, TikTok merupakan platform yang membuat siapa saja bisa berkarya. Tidak harus punya nama besar agar punya audience, asalkan konsisten dan tahu target pasarnya.

Dia berpendapat Tiktok jaminan viewsnya tinggi, bahkan jauh lebih tinggi dari platform media sosial mana pun saat ini.

Oleh karena itu, dia selalu berusaha tetap sopan dalam berkata-kata, tidak menggunakan kata-kata kotor, tidak menyebarkan berita bohong.

"Saya ingin secara tidak langsung juga mengedukasi mereka dan mendukung pemerintah untuk tetap beretika saat bermedia sosial," ungkapnya. (jlo/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Aaron Carter Meninggal Dunia, Ditemukan Sudah Tak Bernyawa di Kamar Mandi


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler