Mari Bantu Nenek Samilah, Lansia Sebatang Kara di Gubuk Reot

Minggu, 13 Agustus 2017 – 06:59 WIB
Nenek Samilah yang hidup sebatang kara. Foto: JPG/Pojokpitu

jpnn.com, MADIUN - Sungguh malang nasib Nenek Samilah. Jelang HUT Kemerdekaan RI, Perempuan berusia 72 tahun itu masih hidup dibelenggu kemiskinan. 

Dia tinggal sebatang kara di Desa Duren Kecamatan Pilangkenceng Kabupaten Madiun, Jatim.

BACA JUGA: 90 Persen Calon Jemaah Haji yang Berangkat Sudah Lansia

Dia hidup sengsara dan kelaparan hanya berharap belas kasihan dari tetangganya.

Nenek Samilah sejak enam bulan lalu tak bisa berjalan. Karena itu untuk berpindah tempat harus menggunakan kedua tangannya atau 'ngesot'.

BACA JUGA: Kepala Daerah Tolong Lihat, Warga Tinggal di Gubuk Bambu

Menurut Hari Kuswanto sang tetangga, sebelumnya Samilah dikenal sebagai nenek yang sangat rajin dalam mencari nafkah.

"Beliau selama ini bekerja sebagai pencari kayu bakar dan sekam padi," ujar Hari.

BACA JUGA: Kaitan Rasa Sakit Kronis dengan Penurunan Ingatan Lansia

Dari profesi itu Samilah bisa mencukupi kebutuhan hidupnya sejak ditinggal suaminya meninggal dunia.

Namun, kini nasib akhirnya berubah. Samilah saat usia makin senja tidak ada dari pihak keluarga yang mau merawatnya.

Dia juga terjatuh dan setelah itu sulit berjalan.

"Suatu ketika, Samilah tiba-tiba ambruk saat berjalan. Padahal sebelumnya tidak pernah sakit. Sejak saat itu Samilah harus ngesot," cerita Hari.

Ironisnya lagi, Samilah tinggal di rumah reyot yang kondisinya sangat memprihatinkan dan tak layak huni.

Pihak pemerintah desa belum juga turun tangan untuk memberikan bantuan. (pul/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Perawat Sadis, Tega Tinju Pasien Lansia


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler