Mas Marwan Gelisah Akibat Warga Jateng Makin Susah

Kamis, 01 Juni 2017 – 23:47 WIB
Marwan Jafar. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar menyoroti kondisi sulit yang dihadapi warga Jawa Tengah (Jateng). Mantan menteri desa itu merasa gelisah karena masyarakat Jateng masih menghadapi persoalan ekonomi yang belum teratasi.

Marwan mengatakan, dirinya sering bertemu dengan berbagai kalangan di Jateng. Dari pertemuan itu Marwan mengetahui daya beli masyarakat yang rendah, harga bahan pokok yang melonjak, hingga sulitnya mencari pekerjaan sehingga menambah angka pengangguran.

BACA JUGA: Alhamdulillah Kita Punya Tokoh Cak Imin

“Rakyat makin susah. Mereka di mana-mana, baik petani, nelayan, pedagang selalu keluhkan makin sulitnya ekonomi,” ujar Marwan di Jakarta, Kamis (1/6).

Bakal calon gubernur Jateng dari PKB itu lantas menyodorkan data. Merujuk data Badan Pusat Statistik, ada peningkatan pengangguran di Jawa Tengah pada Februari 2017 secara absolut sebanyak 3.000 orang.

BACA JUGA: 3 Poin Ramadan untuk Perangi Terorisme

Merujuk data itu, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di wilayah perkotaan selalu lebih tinggi dibanding perdesaan. TPT perkotaan sebesar 4,43 persen, sedangkan perdesaan 3,89 persen. Sedangkan untuk TPT pemegang ijazah diploma III menempati posisi tertinggi, yakni 9 persen, kemudian lulusan SMK sebesar 8,07 persen.

Sedangkan angka kemiskinan di Jateng juga masih tinggi. Merujuk data BPS, angka kemiskinan di Jateng berada di urutan kedua setelah Jawa Timur.

BACA JUGA: Pilgub Jatim 2018, Demokrat Menunggu Instruksi SBY

Data BPS menunjukkan jumlah penduduk miskin di Jateng mencapai 4.493.750 jiwa. Sedangkan jumlah penduduk miskin di Jawa Timur sebanyak 4.638.530 jiwa.

Marwan juga menyinggung data BPS tentang penurunan nilai tukar petani (NTP). NTP di Jateng pada Maret 2017 mengalami penurunan dari 98,02 menjadi 97,50 akibat karena perubahan indeks harga yang diterima petani lebih rendah dibandingkan harga yang harus dibayar.

Imbasnya tentu pada kesejahteraan petani. “Penurunan NTP secara langsung berdampak pada menurunnya kesejahteraan petani,” katanya.

Karenanya Marwan menegaskan, persoalan itu harus segera diakhiri dengan solusi tepat. “Harus ada ketegasan dan kebijakan yang diimplementasikan secara nyata, bukan hanya diatas kertas,” ujar politikus asal Pati itu.(rmo/jpg/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Ini, Seleksi Calon PDIP Pilgub Jatim Dibuka, Siapkan Duit Rp 100 Juta


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler