Masih Ada Final Copa del Rey

Jumat, 11 Mei 2012 – 12:10 WIB
TANGIS para pemain Athletic Bilbao merebak di ruang ganti Stadion Arena Nationala, Bucharest, Rumania, kemarin dini hari, seusai laga final Europa League. Bilbao yang didominasi pemain muda takluk di kaki klub senegaranya Atletico Madrid 0-3.
   
Mata Ander Herrara merah karena tangisan. Dia hanya bisa tertunduk. "Sekarang yang tersisa hanya rasa sakit," kata Herrera, gelandang Bilbao, kepada UEFA.com.

Dia tidak sendiri, striker Iker Muniain yang merupakan pemain termuda yang turun di final kemarin dini hari di usia 19 tahun, juga menangis tersedu-sedu. Bilbao memang dihuni pemain dengan rata-rata usia 24 tahun.

"Gol pertama benar-benar menghancurkan kami dan kami tidak bisa kembali ke jalur yang benar. Saya pikir selama babak pertama, kami tidak memainkan sepak bola yang biasa kami mainkan sepanjang musim ini," kata Herrera.

Namun, Bilbao tidak boleh terlalu lama tenggelam dalam kesedihan akibat kekalahan dari Atletico. Sebab, mereka masih punya satu tanggungan final lagi. Mereka harus bertarung dengan Barcelona pada final Copa del Rey, 25 Mei nanti di Vicente Calderon, markas Atletico.

Mereka tentu tidak ingin mengulang memori buruk 1977 di mana mereka kalah di final Piala UEFA dan kemudian disusul dengan kekalahan di final Copa del Rey. Bilbao kalah di final Piala UEFA dari Juventus. Saat itu masih menggunakan final dua leg. Bilbao kalah pada first leg 1-0 dan menang 2-1 di second leg yang dimainkan di kandang mereka. Tetapi, itu artinya mereka kalah agregat gol tandang.

Lalu, pada musim itu, mereka juga kalah di final Copa del Rey dari Real Betis melalui adu penalti 7-8 setelah imbang 2-2 di waktur normal hingga perpanjangan waktu. Kebetulan, finalnya juga berlangsung di Vicente Calderon.

Makanya, Bilbao harus cepat bangkit. "Kami harus bisa bangkit segera, kami masih harus  bertarung di final opa del Rey dan kami harus memberikan sesuatu kepada fans yang selalu mendukung tanpa lelah," kata Markel Susaeta, gelandang Bilbao, seperti dikutip Goal.

Senada dengan pemainnya, pelatih Marcelo Bielsa juga meminta kepada pasukannya untuk menatap ke depan. "Kegagalan di final Europa League merupakan kesalahan saya. Tetapi, kami tidak boleh kembali melakukan kesalahan. Berikutnya, kami harus melakukannya dengan benar," bilang Bielsa. (ham)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Gurning Dibuang, Djoko Datang

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler