Massa Desak Gubernur Riau Surati SBY

Sabtu, 15 Maret 2014 – 11:11 WIB

jpnn.com - PEKANBARU - Massa yang tergabung dari beberapa aliansi, LSM dan universitas yang ada di Riau kembali turun ke jalan, Jumat (14/3). Tepatnya di jalan Cut Nyak Dien itu, massa kembali mendesak pemerintah untuk sesegera mungkin menyelesaikan masalah asap di Riau ini.

Berbagai orasi, pembacaan puisi dan juga penampilan teater turut mewarnai aksi damai mereka di tengah kabut yang kian pekat tersebut. Massa melalui tuntutannya mendesak presiden RI agar segera mengambil tindakan-tindakan nyata.

BACA JUGA: Prioritaskan Honorer K2 yang Sudah Kerja Lebih 15 Tahun

"Jika tak sanggup lagi, kami sarankan untuk meminta pihak asing seperti Australia, Malaysia, dan Singapura untuk memadamkan api. Tak perlu malu kalau memang kita tak mampu daripada rakyat Riau mati secara perlahan," ucap Zainuddin, salah seorang Koordinator Lapangan dari pihak Masyarakat Anti Kabut Asap Riau (Masker).

Selain itu, massa juga mendesak Gubernur Riau untuk segera menyurati presiden RI dan Mentri Kehutanan agar adanya penghentian penambahan areal Hak Guna Usaha (HGU) dan Hutan Tanaman Industri (HTI) serta menutup perusahaan-perusahaan yang terbukti lahannya terbakar.

BACA JUGA: Kekurangan Tenaga Bidan dan Dokter

"Kita tetap melakukan aksi damai dan tak perlu audiensi sebab kita sudah sama-sam tahu titik persoalannya. Aksi kita ini untuk terus menggesa pemerintah agar segera menuntaskan persoalan asap yang terjadi berulang-ulang setiap tahunnya," ungkap Zainuddin.

Sementara itu, Hendri Marhadi selaku Korlap Pergerakan Dosen dan Mahasiswa (Padam) Pendidik Guru Sekolah Dasar Universitas Riau (PGSD-UR) mengatakan dengan berbagai resiko yang disebabkan  asap hari ini, masyarakat Riau membutuhkan aksi dan reaksi yang kongkrit dari pemerintah.

BACA JUGA: Gunung Slamet Meletus Sembilan Kali

"Bukan hanya sekedar janji dan janji. Kita sudah muak dengan itu semua,'Pekik Hendri.

Selain itu, tuntutan dari sekitar ratusan massa juga terkait dengan memberhentikan kanalisasi pada areal-areal gambut di Riau. Perusahaan-perusahaan yang mengeksploitasi lahan gambut segera dikeluarkan dari lokasi.

"Sebab lahan gambut jelas-jelas tidak bisa dieksploitasi dalam bentuk apapun. Kita sama-sama tahu hal itu tapi banyak yang buat tidak tahu," jelasnya.

Selang beberapa jam kemudian, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Zaini Ismail mengapresiasi apa yang menjadi keinginan massa pendemo.

Kemudian, massa meminta Sekdaprov untuk meniupkan lilin kue ulang tahun asap di Riau yang ke -17. Kue yang sudah dipersiapkan Massa Padam dan Masker itu disebutkan mereka sebagai kue yang menandakan bahwa Pemprov Riau tidak mampu menangani kabut asap sejak 17 yang lalu.

Menurut Zaini Ismail, apa yang menjadi kehendak Massa, juga merupakan keinginan pemprov dan sektor terkait lainnya. "Kita punya keinginan yang sama. Hanya saja sampai saat ini, semua tim terus berusaha semaksimal mungkin untuk penanganan karhutla dan kabut asap ini. Namun dikarenakan intensitas asap yang cukup tinggi membuat operasi udara dan darat tidak bisa dimaksimalkan," jelasnya. (*6/dac)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dicari SBY, Gubernur Riau Ternyata Pulang Kampung


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler