Mau Jadi Ketum PD Lagi, SBY Sama Saja Calonkan Diri Sendiri

Senin, 22 Desember 2014 – 17:34 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Konflik internal yang membelah dua partai politik tertua di Indonesia, yakni Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Golkar karena perebutan posisi ketua umum dikhawatirkan akan menular ke Partai Demokrat yang tak lama lagi akan menggelar kongres. Namun, pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menilai konflik internal tidak akan terjadi di partai yang kini dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu.

"Kayaknya enggak (perpecahan). Saya lihat Demokrat kultur politiknya beda," kata Siti saat ditemui di sela-sela peringatan Hari Ibu di DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (22/12).

BACA JUGA: Atasi Kejenuhan, Pemilu-Pilkada Selang 2 Tahun

Siti menilai kultur yang dibangun selama ini di PD adalah patronisme dan ada tokoh central yang tidak sekadar sebagai ketua umum maupun ketua dewan pembina, tapi juga penyelamat dan pemersatu partai. Nah, figur itu hanya ada pada SBY.

"Jadi Pak SBY identik dengan Demokrat, seperti owner, pendiri, penyelamat, sehingga kalaupun dia diusulkan mencalonkan diri dan mau, maka yang terjadi yang lain tidak akan mencalonkan diri," katanya.

BACA JUGA: Pilkada Serentak 2015 Sebaiknya Diundur Hingga Juni 2016

Siti menambahkan, budaya politik patron yang dianut PD membuat peluang kontestasi di kongres tahun depan sulit terjadi. Itu karena tidak banyak kader yang mampu menyaingi ketokohan SBY.

Karena itu, Siti memprediksikan kongres PD nanti akan baik-baik saja. Meski demikian Siti tetap memuji keberanian seorang kader PD, I Gede Pasek Suardika yang mendeklarasikan diri untuk berkompetisi dengan SBY.

BACA JUGA: Puji Stabilitas Pertumbuhan, Kritisi Kesenjangan Pendapatan

"Tapi menurut saya, maju saja, berani mendeklarasikan diri ikut dalam kongres, itu sudah keberanian luar biasa," ulas Siti.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Adakan Pelatihan Dasar Kepemimpinan di Masa Reses


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler