Mau Nonton Pagelaran Wayang di Langit? Ke SIKF 2017 Aja

Minggu, 06 Agustus 2017 – 12:55 WIB
Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Foto: Kemenpar for JPNN.com

jpnn.com, BALI - Pagelaran wayang  yang digelar semalam suntuk dengan dalang yang memainkan tokoh wayang di balik layar putih sudah biasa.

Namun, wayang pada layang-layang di langit dan bergerak terus hanya bisa disaksikan di Sanur International Kite Festival (SIKF) 2017. Event ini digelar di Pantai Mertasari Sanur, 3-8 Agustus 2017.

BACA JUGA: Runway dan Terminal Internasional Bandara Silangit Rampung September

Menonton wayang pada layang-layang di langit memang tergolong aneh. Sangat out of the box.

Seni, aerodinamika, budaya, termasuk filosofi, sejarah dan imaji inovatif, disajikan di rangkaian kegiatan Sanur Village Festval (SVF) yang digelar di Pantai Mertasari Sanur, Bali.

BACA JUGA: Yogyakarta Panen Raya, Dua Even MICE Diserbu 3.539 Delegasi

Pementasan wayang di angkasa ini akan digelar Sabtu (5/8) malam pukul 18.30 Wita – 20.30 Wita dengan tema Bhinneka Tunggal Ika yang juga merupakan semboyan NKRI yang diambil dari kakawin Sutasoma karya Mpu Tantular.

Tema yang sarat filosofi ini diterjemahkan para kreator layang-layang dalam berbagai figur dari pewayangan.

BACA JUGA: Terus Tancap Gas, Gorontalo Gelar Bimtek Pariwisata Lewat Medsos

Sedangkan pada sesi wayang Sutasoma akan disuguhkan figur-fugur dunia pewayangan seperti Bima, Kresna, Hanoman, Gatot Kaca, Dasamuka dan lainnya.

“Kali ini kami menyuguhkan sesi wayang di angkasa yang melibatkan pesinden dan dalang yang menggunakan berbagai bahasa, dilengkapi gamelan dan tata lampu yang spektakuler,” kata Kadek Dwi Armika, Ketua Panitia SIKF 2017

Kreator sekaligus master layang-layang Sanur ini menambahkan, Sutasoma dengan filosofi luhur sebagai bingkai pameran layang-layang merupakan upaya menghadirkan kembali memori kultural dengan prinsip keseimbangan yang merupakan salah satu ciri budaya luhur kita.

Bagi dia, wayang kulit adalah bentuk penerjemahan budaya luhur yang memiliki kedalaman tentang hakekat kehidupan.

Hal itu kemudian menjadi bagian inspirasi dalam melihat banyak aspek realita saat ini.

"Hakikat Bhinneka Tunggal Ika akan terlihat dari peserta yang berbeda-beda dari berbagai pelosok, baik daerah, suku, agama dan kepercayaan, dan lebih-lebih peserta internasional. Inilah bukti bahwa layang-layang mampu berbicara secara universal yang tidak hanya pada tataran estetika visual," tuturnya.

Selain layang-layang  tokoh pewayangan, layang tradisional baik khas Sanur maupun pada umumnya seperti bebean, janggan dan pucukan tetap dipamerkan serta dikompetisikan, termasuk karya inovatif dan kontemporer.

Dari kelas anak-anak sampai dewasa, semuanya langsung diserbu traveller yang ingin ikut berpartisipas. Bahkan, 64 peserta dari 19 negara sudah menyatakan keikutsertaannya.

"Setiap peserta nantinya bisa menampilkan lebih dari satu jenis layang-layang kreasi dengan berbagai bentuk, bermacam bahan, dan berbagai ukuran. Festival kali ini juga diiringi berbagai kegiatan penunjang yang bisa dinikmati masyarakat luas yakni pameran layang-layang di Sudakara ArtSpace, Sudamala Suites & Villas Sanur, workshop, pemutaran film dokumenter," lanjutnya.

Bagi Menpar Arief Yahya, pertunjukan yang unik seperti wayang yang menggunakan layang-layang sebagai media penyampaian pesan dapat dibarengi dengan koneksitas pada industri kreatif dan pariwisata.

Apalagi, potensi layang-layang di Sanur sudah dikenal dunia. Bahkan saat ini Sanur menjadi sirkuit layang-layang internasional.

"Festival ini dapat menginspirasi para seniman bereksplorasi dalam karyanya juga menunjang industri ekonomi kreatif. Layang layang bisa dibeli wisatawan untuk koleksi," kata Arief.

Arief menambahkan. kreativitas bermain layang-layang itu cukup menarik buat siapa saja, termasuk wisatawan asing. SIKF 2017 ini bisa dipastikan akan menyedot perhatian ribuan turis yang sedang liburan ke Bali.

"Festival pasti akan sangat ramai didatangi turis, yang akan memberikan dampak yang sangat positif untuk dunia luar. Setelah acara ini, pasti mereka akan mengenang Bali dengan layang-layang wayangnya, dan kembali ke Bali,” ujarnya. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Yuk, Dukung Angkasa Pura II di Ajang International Airport Review Award 2017


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler