Mayat Bayi Ditemukan Membusuk

Senin, 10 September 2012 – 02:25 WIB
SORONG – Warga jalan Feri Klademak, Minggu (9/9) digemparkan dengan ditemukannya sosok bayi yang sudah membusuk dibawah jembatan rumah warga sekitar pukul 09.30 WIT, dibungkus dalam kantong plastik warna hitam. Sontak saja kabar adanya penemuan sosok bayi dalam kantong plastik warna hitam itu pun cepat tersebar, hingga lokasi penemuan mayat bayi langsung dipadati warga. Tak lama kemudian, aparat Polres Sorong Kota tiba di TKP yang selanjutnya mengevakuasi mayat bayi yang belakangan diketahui berjenis kelamin laki-laki.

Saat ditemukan warga sekitar, kondisi bayi hanya terlihat bagian kepalanya, yang keluar dari plastik pembungkusnya yang robek. Badan bayi malang ini sudah membengkak dan kehitam-hitaman, diduga karena sudah lama terendam air laut. Kondisi kulit bayi juga sudah mulai rusak serta membengkak. Setelah kantong plastik dibuka, didalam bungkusan tersebut masih terdapat ari-ari bayi dan kain-kain yang penuh bercak darah.

Belum diketahui pasti siapa yang tega membuang bayinya ke laut hingga terdampar di pantai tepat di kompleks pemukiman warga di jalan Feri Klademak Pantai tersebut. Diduga, bayi tak berdosa tersebut sengaja dibuang orangtuanya sesaat setelah dilahirkan. Dari cletukan warga yang memadati TKP sendiri, warga menduga bayi yang tersebut lahir dalam keadaan tak diinginkan ibunya. “Kalau tidak mau punya anak jangan bikin to, mungkin itu orang-orang yang hamil karena hugel kapa,” celutuk seseorang di tengah keramaian warga yang memadati TKP penemuan mayat bayi tersebut.

Menurut seorang warga, Karolina, mayat bayi itu pertama ditemukan anak kecil bernama Bob (8). Awalnya, saksi turun ke pantai untuk mencari kaleng-kaleng bekas minuman ringan. Melihat ada keranjang yang hanyut tak jauh dari bungkusan plastik, seorang warga lainnya bernama Anti, meminta Bob mengambilkannya. Saat hendak mengambil keranjang itulah, Bob melihat kepala bayi yang menyembul dari bungkus plastik. Terkejut, ia kemudian melihat lebih saksami lagi untuk memastikan jika yang dilihatnya adalah kepala bayi.

Setelah pasti, ia kemudian berteriak ketakutan dan memberitahukan warga yang lain. Apa yang dilihatnya tersebut juga dikuatkan dengan adanya bau menyengat tak sedap yang berasal dari bungkusan plastik tersebut. “Begitu saya dengar dia (Bob,red) teriak ada bayi, langsung saya ke Polres dan lapor pak polisi, selanjutnya pak polisi yang mengurusnya,” tutur Karolina.

Setelah melakukan identifikasi terhadap mayat bayi tersebut, selanjutnya aparat Polres Sorong Kota memasukannya kedalam kantong mayat untuk dievakuasi ke kamar mayat RSUD Sorong. Saat bungkusan plastik dibuka, terlihat kain-kain penuh bercak darah seperti rok yang diduga milik ibu korban.

Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, AKP Asep Bangbang S,S.IK yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan untuk menemukan orangtua bayi malang tersebut. Dari penyelidikan awal, diduga bayi tersebut dibuang setelah dilahirkan, terlihat dari masih adanya darah-darah dalam kantong plastik dan sebotol Bayclin yang diduga sengaja disiramkan pelaku untuk menghilangkan bau anyir darah. “Kita masih melakukan penyelidikan, sementara untuk perkiraan umur dan sebagainya kita menunggu hasil dari medis,” tutur Kasat Reskrim.

Pantauan Koran di lokasi penemuan mayat bayo malang ini, warga langsung memadati sekitar TKP sesaat setelah mendengar kabar adanya penemuan mayat bayi. Warga terlihat berdesak-desakan ingin menyaksikan dari dekat. Seorang warga terpaksa harus menjaga di bibir jembatan kecil dan melarang warga mendekat diatas jembatan, untuk berjaga-jaga jangan sampai jembatan rubuh jika tak mampu menahan beban berat warga. Karena tak bisa mendekat, sebagian warga nekat turun ke pantai berlumpur untuk dapat melihat langsung mayat bayi malang tersebut.

Kepala Instalasi Jenazah RSUD Sorong, dr Ishak Wuwuti yang dihubungi via ponsel mengatakan, jenazah bayi tersebut tidak di kamar jenazah sekitar pukul 11.30 WIT, dan dari hasil pemeriksaan, diperkirakan sudah meninggal 3 – 5 hari yang lalu. ”Jenazahnya kami terima sekitar pukul setengah duabelas tadi (kemarin,red). Bayi itu lahir dengan baik, atau istilahnya dia lahir sudah cukup bulan. Pada saat kami melakukan pemeriksaan, jenazah bayi tersebut masih ada ari-arinya menempel. Diperkirakan dia (bayi,red) sudah meninggal 3 sampai 5 hari lalu,” terangnya.

Ditanyai apakah dari hasil pemeriksaan, pihaknya menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh bayi malang tersebut, dr. Ishak mengatakan pihaknya mendapati adanya retakan di tulang tengkorak bagian belakang yang diduga akibat benturan. ”Tidak ada kok tanda-tanda kekerasan di tubuhnya, cuma tadi kita temukan di kepalanya itu banyak cairan, kemungkinan akibat terendam air. Dan juga badannya agak sedikit mengembang. Panjang bayi itu sekitar 48 sentimeter, jenis kelaminya laki-laki. Kita juga temukan ada retakan di tulang tengkorak bagian belakang, dugaan kami akibat benturan,” beber dr. Ishak Wuwuti yang turut langsung melakukan pemeriksaan atas jasad bayi tersebut. (reg/ans)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Tembak Kepala di Depan Istri

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler