Mbak DS Buang Bayi ke Tong Sampah Kamar Mandi, Lalu Diisi Air, Sadis Banget

Selasa, 01 November 2022 – 23:43 WIB
Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi menunjukkan foto penemuan bayi di tong sampah yang berada di dalam toilet, di salah satu pabrik, di Majalengka, Jawa Barat, Selasa (1/11/2022). ANTARA/HO-Humas Polres Majalengka

jpnn.com, MAJALENGKA - Polisi akhirnya berhasil menangkap pembuang bayi ke dalam tong sampah di salah satu toilet pabrik di Majalengka, Jawa Barat.

Pelakunya diduga seorang karyawati pabrik berinisial DS, 19.

BACA JUGA: Kompetisi Belum Jelas Kapan Bergulir, Persib Makin Tingkatkan Intensitas Latihan

"Kami menerima laporan terkait penemuan mayat bayi di dalam tong sampah di salah satu pabrik, dan kemudian kami melakukan penyelidikan," kata Kapolres Majalengka AKBP Edwin Affandi, di Majalengka, Selasa.

Edwin mengatakan setelah dilakukan penyelidikan, pihaknya mendapatkan informasi bahwa salah satu karyawan pabrik berinisial DS (19) sedang dirawat di rumah sakit, dan setelah dilakukan pengecekan didapati bahwa yang bersangkutan dirawat karena melahirkan.

BACA JUGA: Tolak Perpanjang Kontrak dengan PSIS, Rory Grand Pilih Pulang Kampung

Menurutnya, diduga pelaku DS (19) membunuh bayi kandungnya dengan cara memasukkan bayi tersebut ke dalam sebuah tempat sampah yang ada di dalam toilet dengan posisi kepala berada di bawah.

Setelah itu, tersangka kemudian mengisi tong sampah menggunakan air, agar bayi yang baru dilahirkannya itu mati. Penemuan mayat bayi tersebut pada hari Senin (31/10) oleh salah satu karyawan.

BACA JUGA: Info Terkini Soal Kasus Pembunuhan ASN Pemkot Semarang, Polisi Singgung Sosok Dukun

"Tersangka mengisi tempat sampah dengan air, sehingga diduga menyebabkan bayi tersebut meninggal dunia," ujarnya lagi.

Edwin menambahkan pihaknya telah melaksanakan penyelidikan dan akan dikembangkan ke tingkat penyidikan, namun kondisi pelaku masih lemah dan masih dirawat di rumah sakit.

Menurutnya, aksi tersebut dilakukan oleh DS untuk menutupi aibnya, karena yang bersangkutan belum menikah, pelaku takut kalau keluarganya mengetahui bahwa sudah mengandung dan mempunyai anak.

"Kami akan kembangkan kasus ini, tetapi kondisi pelaku DS kurang baik dan sekarang masih dirawat. Kami akan cari bapaknya, serta motif dari yang pelaku lakukan," katanya pula.

Edwin menambahkan pihaknya sudah merekomendasikan surat permohonan autopsi dan akan dilakukan pemeriksaan oleh saksi ahli maupun dokter yang bisa mengeluarkan keterangan penyebab kematian.

"Atau berapa lama bayi tersebut meninggal atau hal-hal lain pada saat dilahirkan sudah meninggal atau masih hidup," katanya menegaskan.(antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler