Megawati dan Sammy Dorong Anak Muda untuk Berkreasi

Sabtu, 27 Maret 2021 – 18:11 WIB
Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri menjadi pembicara acara pergelaran An Exotic Journey to Nusantara karya Samuel Wattimena yang dilakukan secara virtual oleh KBRI Korea Selatan pada Sabtu, (27/3). Istimewa 

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri mengingatkan 2021 adalah tahun ekonomi kreatif. Dia meminta generasi muda mengedepankan karya dan membuktikan bahwa buatan negeri sendiri adalah yang terbaik di dunia.

Hal ini disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam acara pergelaran An Exotic Journey to Nusantara karya Samuel Wattimena yang dilakukan secara virtual oleh KBRI Korea Selatan pada Sabtu (27/3).

"Mulai 2021 ini yang merupakan tahun Ekonomi Kreatif, menuju 2045, yaitu peringatan satu abad kemerdekaan Indonesia. Saya dorong generasi muda mengedepankan karya dan buktikan ke dunia bahwa Made in Indonesia adalah karya terbaik. Jangan takut berkreasi," kata Megawati.

Menurut Megawati, selama beberapa tahun terakhir, komunitas internasional mengakui bahwa Indonesia bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat adalah Top Three Countries yang memiliki kontribusi ekonomi kreatif terbesar bagi perekonomian nasional.

"Ini suatu capaian baik. Tetapi capaian yang baik seyogyanya kita pertahankan, jangan lengah," ungkap Megawati.

Ketua Umum PDI Perjuangan itu juga menyinggung soal keberadaan Hak Kekayaan Intelektual atau HAKI. Para pelaku ekonomi kreatif diminta agar memperhatikan perangkat hukum berupa Undang-Undang No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta pasal 40 ayat 1.

Perlindungan mencakup motif kontemporer yang bersifat inovatif, masa kini dan bukan tradisional. Karya-karya tersebut dilindungi karena bernilai seni, baik dalam kaitannya dengan gambar, corak maupun komposisi warna.

Oleh karena itu, Megawati mengingatkan pelaku ekonomi kreatif mendaftarkan ciptaannya sebagai hak cipta, indikasi geografis, atau kekayaan intelektual komunal.

"Saudara-saudara para perajin, jangan sampai karya-karya tersebut lalu diklaim oleh pihak asing hanya karena keteledoran kita untuk memahami hukum," kata Megawati.

Dia mencontohkan pada Februari 2020, ada kabar gembira dari Pemda Bali yang mencanangkan perlindungan kekayaan intelektual komunal untuk Tenun Endek dalam rangka kerja sama dengan rumah mode terkemuka di Paris.

"Dengan demikian, banyak opsi perlindungan hukum yang telah dirumuskan oleh pemerintah,"  ujar Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu.

Megawati mengutip pernyataan ayahandanya Sukarno, yakni beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

"Kini, saya, Megawati, izinkan menyampaikan, pemuda dan pemudi, guncangkan dunia dengan kreativitasmu dan karyamu. Tak lupa daftarkan karyamu untuk menerima perlindungan hukum," kata Megawati.

Dalam acara yang sama, perancang mode yang fokus pada kain nusantara, Samuel Wattimena sangat yakin produk lokal Indonesia bisa mendunia. Pria yang akrab disapa Sammy itu menyampaikan memulai karir sebagai perancang busana di 1979. Tidak begitu lama, Sammy bisa merasakan panggung dunia.

Sammy mengaku dirinya perancang busana yang selama ini sudah puluhan tahun menggeluti kain atau wastra nusantara. Dia mengatakan, produk atau karya lokal Indonesia tidak kalah dengan negara-negara maju.

Dia mengatakan, kebudayaan nusantara yang begitu beragam dan kaya, harus dipegang menjadi karakter sebuah karya anak bangsa. Sebab hal itu menjadi identitas kuat bangsa Indonesia.

"Istilah saya lokal is the new global. Kenapa kutipan ini menjadi penting? Salah satunya menurut saya untuk memberikan percaya diri kepada seniman di berbagai daerah kepada generasi muda untuk menggunakan apa yang kamu miliki secara lokal," ucap Sammy.

Sementara itu, Duta Besar RI di Korea Selatan Umar Hadi mengaku bangga bisa memperkenalkan sebagian keanakeragaman budaya Indonesia melalui pagelaran fesyen itu.

"Saya berterima kasih ke maestro Samuel Wattimena mempersembahkan karya masterpiece serta memperkenalkan karya para bakat muda dari berbagai daerah di Indonesia. Samuel Wattimena adalah seorang genius dan saya penggemar berat karyanya," kata Umar.

Kegiatan ini juga menurut Umar upaya mempromosikan kolaborasi antara Indonesia dan Korsel di bidang ekonomi kreatif dan ingin mempromosikan hubungan budaya lebih dekat antara dua negara.(tan/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:

BACA JUGA: Jalasenastri TNI AL Kembangkan Kegiatan Ekonomi Kreatif


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler