Membaik, tapi Belum 100 Persen

Dimas Ingin Tampil di Surabaya

Jumat, 02 Maret 2012 – 13:59 WIB
JAKARTA - Pelita Jaya (PJ) Jakarta menghadapi situasi sulit menyongsong Flexi NBL Indonesia 2011-2012 seri V. Itu terjadi setelah enam pilar PJ sakit.
 
Di antaranya, Andy "Batam" Poedjakesuma, Dimas Aryo Dewanto, Ary Chandra, serta Juliano Gandhi Sucipto. Enam pemain tersebut tidak bisa menjalani latihan rutin yang dimulai di Hall Basket, Senayan, Jakarta, Kamis (1/3).

Kondisi Dimas yang masih menjadi teka-teki. Lututnya belum sembuh total setelah cedera di seri III Palembang. Di seri IV Bali mantan penggawa Bimasakti Malang tersebut tidak sekali pun turun gelanggang. Pelatih PJ Rastafari Horongbala menyatakan bahwa peluang Dimas turun di seri V yang dilaksanakan di DBL Arena, Surabaya, 10"18 Maret mendatang, masih tentatif.

Rastafari berharap, mantan penggawa timnas Indonesia tersebut sembuh sebelum bertolak ke Surabaya. "Kami berharap, Dimas bisa sembuh sehingga bisa bermain. Keberadaannya akan sangat membantu tim. Kami akan lihat dulu bagaimana perkembangannya," terangnya setelah latihan.

Dimas memang sudah berlatih. Namun, dia belum bisa maksimal. Dia mengakui bahwa kondisinya belum berada dalam performa terbaik. Dia berharap sembuh sehingga mampu membantu PJ meraih hasil maksimal di Surabaya. "Kondisi saya memang membaik, tapi belum 100 persen. Saya ingin sekali bermain di Surabaya," ujarnya.

PJ bakal menghadapi jadwal yang cukup ringan di Surabaya. Lawan terkuat mereka adalah Muba Hangtuah Indonesia Muda Sumsel serta CLS Knights Good Day Surabaya. Meski demikian, mereka wajib mewaspadai tiga lawan lainnya, Bimasakti, BSC Jakarta, serta NSH GMC Riau.

Pengalaman di seri IV bisa menjadi pelajaran berharga bagi PJ. Saat itu, mereka dibekuk Stadium Jakarta serta Muba Hangtuah yang di atas kertas bisa ditundukkan. Kekalahan PJ oleh dua tim tersebut membuktikan bahwa tidak ada lawan yang mudah di NBL musim ini.

"Selalu defense yang menjadi masalah anak-anak. Mereka juga tidak bisa konsisten. Ketika sedang mengejar, anak-anak sangat bagus. Tetapi, saat mendapat momentum leading, mereka malah menyia-nyiakannya," kata Rastaari.

Karena itu, dalam sesi latihan Rastafari menekankan pembehanan defense. Mereka juga sudah mengagendakan dua uji coba, yakni kontra Stadium serta Garuda Bandung.

"Anak-anak harus selalu ditekan untuk tidak pernah meremehkan lawan, seperti saat melawan Muba. Anak-anak terkesan meremehkan karena Muba belum pernah menang saat melawan PJ. Selain itu, anak-anak langsung menjadi individualis ketika kalah," papar Rastafari. (ru/c12/diq)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Pendaftaran Honda DBL 2012 Series Jakarta Dimulai

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler