Memperbanyak Bersyukur, Pemimpin Harus Menjadi Tauladan Bekerja untuk Rakyat

Rabu, 08 Oktober 2014 – 14:43 WIB
Kang Mus. Foto: Ist

jpnn.com - SEBAGAI upaya untuk mewujudkan Kabupaten Kudus yang semakin sejahtera, Bupati Kudus H. Musthofa membuka dialog interaktif dengan masyarakat. Hal tersebut tertuang dalam program "Mikir Kudus Bareng Kang Mus" di stasiun Radio Suara  Kudus frekuensi 88 FM, beberapa waktu lalu. Dari interaksi pemimpin daerah dan masyarakatnya itu, diharapkan mampu menampung masukan, kritikan yang dapat membangun Kudus lebih baik.

Dipandu penyiar Emi Rosida, Bupati Musthofa yang lebih akrab disapa Kang Mus ini mengudara didampingi Kabag Humas Pemkab Kudus Putut Winarno berbincang menyapa warga Kota Kretek selama kurang lebih satu jam. Perbincangan pagi itu diawali dari bagaimana menanamkan mindset (pola pikir) bersyukur lebih baik daripada mengeluh. Mengubah mindset ketika bangun tidur lebih banyak bersyukur daripada mengeluh.

BACA JUGA: Kapal Bocor, Pengiring Pengantin Tenggelam

Kang Mus, sapaan akrab Bupati Muthofa mengatakan, setiap makhluk, insan, mempunyai rasa syukur kepada penciptanya. Hanya mungkin kadarnya saja yang berbeda-beda. Untuk mengubah mindset agar selalu menjadi manusia yang bersyukur, jangan berpikir umur kita sekarang berapa dan sudah punya apa, karena umur itu hanya statistik.

“Lupakan saja itu. Kalau kita mengawali hari jangan pesimis dari usia. Jika semangat, spirit kita lebih tinggi, rasa syukur begitu bangun dalam keadaan cemerlang, nikmat kehidupan, bisa bernafas begitu segar itu hal yang luar biasa,” kata Kang Mus mengawali.

BACA JUGA: 12 IUP Dicabut Karena Menunggak Bayar Iuran

Ditambahkan Kang Mus, ia kadang sering merasa heran pada saat jogging atau berolahraga pagi, sedikit sekali warga yang melakukan hal itu di pagi hari. Menurutnya dapat berolahraga, berkeringat, menghirup udara yang masih segar adalah kenikmatan yang sangat mahal. “Kenapa nikmat seperti ini, dapat berolahraga jarang yang mengambil, padahal itu gratis. Badan sehat segar, mandi berangkat kerja kondisi fit,” terangnya.

Dapat menghirup udara pagi, berolahraga dan beraktivitas, kata Bupati Kudus dua periode itu, menandakan betapa Tuhan memberikan kemurahan dan kenikmatan yang luar biasa. Namun kadang sedikit yang mengingatnya.”Yang diingat dan dimaknai  mendapat nikmat hanya kalau mendapat uang banyak saja. Duit banyak kalau tidak sehat buat apa ?” tambah Kang Mus.

BACA JUGA: Kontraktor Ditembak Pria Tegap dan Bercelana Brimob

Sedangkan Kabag Humas Putut Winarno menyampaikan, dalam rangkaian Hari Jadi Kabupaten Kudus ke-465 memang diselenggarakan acara Seribu Tumpeng di Alun-alun Kudus. Dari situ diharapkan, seperti juga keinginan Bupati Musthofa, pejabat dan rakyat bersatu makan bareng, tumpengan. “Beliau mengatakan, tidak zamannya lagi pimpinan tidak seperti dulu, makanya kita selalu blusukan. Sebenernya sebelum ada kaya blusukan kita sudah sambang deso, tilik deso dari tahun 2008,” jelasnya.

Melanjutkan perbincangan pagi itu, Kang Mus menuturkan bahwa kaitan bersyukur dengan bertambahnya usia dengan menjadi tua, bukan berarti kehilangan masa muda. Namun memasuki tahapan baru dari berbagai kesempatan dan kekuatan. “Hal itu merupakan bagian yang terpenting dalam kehidupan. Umur itu statistik. Ketika merasa tua babak baru untuk membangun kekuatan. Yang perlu dicermati ketika kita merasa tua, artinya ada kesempatan dan kekuatan baru yang akan disusun,” ujar Kang Mus.

Disamping itu, ujar Kang Mus, apa yang kita lakukan yang bertanggung jawab pada diri kita adalah diri kita sendiri. Karena itu tidak perlu menyalahkan orang lain. Sukses dan tidaknya, berhasil tidaknya dalam angan-angan dan cita-cita semua kembali pada tanggung jawab diri sendiri.

Selanjutnya, orang nomor satu di Kota Kretek itu mengingatkan, agar jangan melupakan adat istiadat leluhur. Bahwa sebagai bangsa Indonesia khusunya orang ketimuran harus memiliki sopan santun. Sebab saat ini ia menilai, nilai-nilai ketimuran dan adat istiadat sudah mulai luntur.

“Wakil rakyat kok gembar-gembor itu apa. Menulis diri orang lain, memfitnah orang lain, mempermalukan di media. Saya kadang sedih kalau melihat itu. Karena itu setiap hari Rabu di Kudus, saya cetuskan untuk berbahasa Jawa, memakai sopan santun unggah ungguh sesuai budaya Jawa. Pemimpin harus memberi tauladan, contoh yang baik,” tandas Kang Mus, sapaan akrab Bupati Kudus H. Muathofa. (jac/*)

BACA ARTIKEL LAINNYA... 3.753 Pelamar Berebut 94 Kursi PNS Batam


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler