Menangis dan Bersujud di Depan Dokter, Bu Risma: Saya Memang Goblok, Tidak Pantas Jadi Wali Kota

Senin, 29 Juni 2020 – 17:59 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat sujud dan dibangunkan oleh perwakilan dokter IDI. Foto: ngopibareng/Ist

jpnn.com, SURABAYA - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersujud di hadapan para dokter yang hadir saat audiensi pemerintah Kota Surabaya dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya

Kejadian tersebut bermula saat Ketua Pinere RSUD Dr Soetomo, Dokter Sudarsono menyampaikan kondisi RS rujukan di Surabaya banyak yang mengalami overload sehingga banyak warga yang mati sia-sia.

BACA JUGA: Tiba-tiba Bu Risma Bangkit dan Bersujud di Lantai Menghadap Dokter, Dua Kali

"Pasien meninggal setelah perawatan, iya banyak. Tapi satu hal yang menarik banyak orang mati sia-sia walaupun tidak setiap saat. RS seperti itu, mati sia-sia karena memang overload saya tahu langsung dari teman-teman yang juga bertugas langsung di RS lain,"kata Sudarsono saat audiensi di Balaikota Surabaya.

Menanggapi hal tersebut, Risma pun saat itu mengungkapkan bahwa data yang dihimpun Pemkot Surabaya berbeda dengan keterangan Sudarsono.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Ruhut Meradang, Surat Komando FPI, Hanya Bu Risma dan Anies yang Waras

Menurut laporan yang diterima, kapasitas sejumlah RS rujukan covid-19 masih mampu menampung pasien. 

Menjawab tanggapan Risma, Sudarsono menambahkan jika banyak faktor lain yang membuat orang tidak mendapatkan kamar perawatan. Salah satunya, karena pasien yang masuk dan keluar tidak sebanding.
 
"Proporsi yang harus keluar dan masuk tidak sebanding, banyak yang harus ditolak saya nangis di poli, pasien juga nangis-nangis karena tidak ada tempat. Saya juga nangis karena banyak teman-teman yang berguguran," ujar Sudarsono.

BACA JUGA: Tolong Warga Sidoarjo Lebih Disiplin Protokol Kesehatan, RS Sudah Penuh Pasien Covid-19

Sudarsono juga menggungkapkan ingin berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Surabaya mengenai overloadnya RS rujukan.

"Saya ingin ketemu staf Bu Feni (Kadinkes Surabaya) untuk berkoordinasi, bagaimana kalau kita lihat sama-sama kondisi di IGD. Yang di hulu sudah sangat bagus tapi yang dihilir juga ini pasiennya datang terus," imbuhnya.

Selanjutnya, Sudarsono juga mengungkapkan, setelah melihat banyak pasien yang tidak tertangani dan tidak mendapatkan kamar perawatan karena overload. Ketika dia pulang ke rumah, masih banyak melihat orang nongkrong di warung kopi.

Saat Sudarsono menyampaikan hal tersebut, secara sponton Risma menangapinya dengan sujud  seraya meminta maaf sambil menangis di hadapan dokter IDI yang hadir. Aksinya membuat beberapa dokter IDI dan stafnya membantunya untuk berdiri.

Ketika berdiri dan kembali duduk dengan menahan air mata Risma mengatakan dengan nada tinggi sambil menahan tangis, bahwa pihaknya tidak bisa berkonsultasi dengan pihak RSUD Dr Soetomo.

"Kami tidak terima. Karena kami tak bisa masuk ke sana (RSUD Dr Soetomo untuk komunikasi)," kata Risma di Balai Kota Surabaya, Senin.

"Tolonglah kami jangan disalahkan terus. Apa saya rela warga saya mati, kami masih ngurus orang meninggal sampai jam tiga pagi yang warga bukan Surabaya, kami masih urus. Saya memang goblok, saya tak pantas jadi wali kota," sambung Risma sambil menangis.

Risma pun juga meminta maaf dan merasa dirinya tak pantas menjadi Wali kota Surabaya."Saya memang goblok Pak Sudarsono, ndak pantas jadi Walikota Surabaya," kata Risma

Setelah perkataannya ini, Risma juga melakukan aksi spontan bersujud untuk kedua kalinya. Aksi sujud kedua Risma berlangsung sekitar 10 detik.

Dokter yang hadir pun merespon aksi Risma ini dengan mengatakan. "Jangan seperti ini Bu, pasti kami bantu, pasti kami bantu," kata dokter yang hadir.

Mendengarkan ini Risma pun kembali berdiri dengan bantuan stafnya dan melanjutkan audiensi. (ngopibareng/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler