Mencekam, Kebakaran Melanda Pasar Ngunut Tulungagung, Ratusan Kios Hangus

Jumat, 08 November 2019 – 22:54 WIB
Petugas damkar berusaha memadamkan api yang membakar kompleks Pasar Ngunut, Tulungagung, Jumat (8/11). Foto: Antara

jpnn.com, TULUNGAGUNG - Ratusan kios dan lapak pedagang di Pasar Ngunut, Tulungagung, Jawa Timur, hangus terbakar, Jumat (8/11). Pantauan di lokasi kejadian, api masih berkobar di bagian tengah kompleks pasar yang ditempati lebih dari 800 pedagang itu.

Belum ada laporan korban jiwa maupun dampak kerugian. Namun, melihat luasnya area yang terbakar di salah satu pasar tradisional terbesar di Tulungagung ini, kerugian materiil yang dialami kolektif pedagang mencapai miliaran rupiah.

BACA JUGA: Kebakaran Melanda Pasar Blabak Magelang

"Melihat kondisi yang ada saat ini, hampir 70 persen lapak dan kios pedagang hangus terbakar," kata Bupati Tulungagung Maryoto Birowo dikonfirmasi di lokasi kejadian.

Pemkab Tulungagung melalui Disperindag akan melakukan inventarisir pedagang, mengingat 70 persen bangunan pasar sudah rata dengan tanah dan hanya bersisa 30-an persen di bagian barat yang terlihat masih utuh.

BACA JUGA: Kebakaran Hebat di Pasar Kambing, Dua Karyawan Tewas Terpanggang

Informasi dari sejumlah pedagang, kepulan asap yang diyakini menjadi titik awal kebakaran berada di los bagian selatan, belakang salah satu ruko pedagang emas, sekitar pukul 18.10 WIB.

"Saat itu kami tahu kepulan asap sudah tebal dan kebakaran cepat menyebar menjadi besar," kata Hartono, salah satu pedagang buah di sekitar Pasar Ngunut.

Ada sedikitnya 10 mobil pemadam kebakaran dikerahkan. Selain berasal dari Tulungagung, mobil PMK juga datang diperbantukan dari Kabupaten/Kota Blitar, Trenggalek dan Kediri.

Sementara itu, untuk mengantisipasi aksi penjarahan, pihak kepolisian mengerahkan ratusan personelnya di sejumlah titik kumpul barang milik pedagang.

"Sudah kami kerahkan personel untuk menjaga barang milik pedagang," ujar Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler