Mendag Minta Menhub Prioritaskan Pengiriman Bahan Pangan

Jumat, 21 November 2014 – 16:10 WIB
Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. Foto: dok.JPNN

jpnn.com - JAKARTA - Menteri Perdagangan Rachmat Gobel meminta Kementerian Perhubungan untuk mendahulukan logistik yang berisi bahan kebutuhan pokok pangan di pelabuhan.

Hal itu  untuk menjamin pasokan ke pasar agar berjalan lancar dan tak tersendat. Jika pasokan tersendat, bisa menyebabkan harga bahan pokok melambung. Terlebih selama ini lanjut Gobel, banyak kebutuhan bahan pokok pangan yang mengendap terlalu lama di pelabuhan.

BACA JUGA: Dua Menteri Bersamaan Kunjungi Pasar Klender

"Di pelabuhan sudah saya minta kepada Menteri Perhubungan (Ignasius Jonan) untuk memprioritaskan bahan pokok agar didahulukan supaya tidak terjadi tertundanya di pelabuhan-pelabuhan," ucap Gobel saat melakukan kunjungan ke Pasar Klender, Jakarta Timur, Jumat (21/11).

Bahkan jika perlu, kata Gobel, bahan kebutuhan pokok tersebut tidak perlu menunggu pergantian hari agar bisa keluar dari pelabuhan untuk distribusikan ke pasar-pasar.

BACA JUGA: Harga Sayur Mayur Naik 100 Persen

"Secepatnya nggak pakai berapa hari. Hari ini kalau bisa pergi ya hari ini berangkat, jangan ditunda-tunda. Namanya juga prioritas, kalau ada barang ya berangkat saja," serunya.

Gobel mengungkap selama ini biaya logistik pengangkutan kebutuhan pokok memakan porsi yang cukup besar, terlebih bila ditambah dengan adanya kemacetan dan infrastruktur yang rusak, maka biaya tersebut akan semakin membengkak.

BACA JUGA: Harga Daging Ayam Naik Rp 5 Ribu, Pembeli pada Kabur

Dengan instruksi tersebut, diharapkan biaya logistik bisa ditekan semaksimal mungkin, sehingga ketika sampai di pasar, harga bahan kebutuhan pokok masih bisa dikendalikan.

"(Biaya logistik) cukup besar, biayanya, bisa 17-18 persen, bahkan 20 persen. Itu tergantung kalau macet ataupun jembatannya rusak. Itu kenapa saya pingin mencoba dan mempelajari jalur logistiknya dari pusat pertanian sampai ke pasar. Bagaimana memotong jalur distribusinya supaya memotong cost. Ini kembali lagi masalah logistiknya harus kita atur," tukasnya. (chi/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Desak Jokowi Tolak Kenaikan Tarif Listrik


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler