Mengaku Bokek, Republik Islam Iran Tetap Jorjoran untuk Urusan Nuklir

Selasa, 07 Juli 2020 – 06:06 WIB
Ledakan nuklir. Ilustrasi/foto: YouTube

jpnn.com, TEHERAN - Meski mengaku dilanda kesulitan ekonomi akibat sanksi Amerika Serikat, Republik Islam Iran tetap jorjoran untuk urusan nuklir.

Kantor berita Tasnim pada Senin (6/7) melaporkan bahwa Teheran berencana membangun struktur canggih untuk menggantikan bagian yang rusak di fasilitas nuklir Natanz.

BACA JUGA: Bangun Pangkalan Rudal di Teluk Persia, Iran Tunggu Amerika Lakukan Kesalahan

"Pengaturan yang diperlukan telah dibuat untuk membangun kembali gudang yang rusak di fasilitas nuklir Shahid Ahmadi Roshan (Natanz) dan sebuah gudang yang lebih besar dengan peralatan yang lebih canggih untuk menggantikannya," kata Behrouz Kamalvandi dari Organisasi Energi Atom Iran (AEOI).

Menurut Kamalvandi, seharusnya lebih banyak mesin sentrifugal diproduksi di gudang yang rusak itu. Dia menambahkan bahwa sebagian alat pengukuran dan presisi di dalam gudang telah rusak.

BACA JUGA: Iran Punya Kota Bawah Tanah Penyimpan Rudal, Konon Mengerikan

Dia pun memastikan insiden yang merusak sebagian Natanz tidak menimbulkan gangguan bagi program pengayaan Iran. Namun, harus diakui hal itu dapat memperlambat pengembangan dan pembuatan mesin-mesin canggih dalam jangka menengah.

"Kami akan menebus perlambatan ini dengan kerja sepanjang waktu dan upaya gigih mitra kami di organisasi," kata juru bicara itu.

BACA JUGA: Empat Tanker Iran Jadi Buronan Amerika Serikat, Muatannya Terancam Dirampas

Pada Kamis (2/7), Iran mengumumkan bahwa kebakaran yang terjadi di fasilitas nuklir Natanz tidak mengakibatkan kerusakan pada instalasinya, tetapi memengaruhi salah satu struktur yang digunakan untuk menyimpan persediaan barang.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran (SNSC) pada Jumat (4/6) mengumumkan bahwa para ahli negara itu telah menentukan penyebab utama insiden tersebut dan akan mengumumkannya pada waktu yang tepat. (xinhua/ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler