Mengenal Sosok Gus Abe, Ketum PMII yang Diundang Jokowi ke Istana

Minggu, 30 Juli 2023 – 21:47 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowo) menerima Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (25/7). Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (24/7).

Dalam pertemuan itu, rombongan PB PMII yang dipimpin oleh ketua umumnya Muhammad Abdullah Syukri mengatakan kedatangannya bersama jajaran pengurus untuk bersilaturahmi dengan Presiden Jokowi sekaligus menyerahkan jurnal terkait Ibu Kota Nusantara (IKN).

BACA JUGA: Pengamat Nilai Ganjar Galau soal Kelanjutan Program Jokowi, Ada Apa?

Selain itu, pria yang akrab disapa Gus Abe itu juga mengaku berdiskusi tentang pelaksanaan Pemilu 2024.

Lantas, siapa sosok Muhammad Abdullah Syukri atau Gus Abe itu?

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Pastikan Lanjutkan Program Jokowi, Tidak Mungkin Dihentikan

1. Lahir dan Besar dari Kalangan Keluarga Pesantren

Dari data yang dihimpun, Gus Abe berasal dari keluarga pesantren di Cirebon 5 Oktober 1991 di Cirebon. 

BACA JUGA: Jokowi Terima PB PMII di Istana, Bahas soal Pemilu hingga IKN

Ayahnya, KH Hasanuddin Kriyani merupakan salah satu kiai sepuh dari Pondok Pesantren Buntet Cirebon, Sedangkan ibunya, Ny Hj Eni Khunaeniyah berasal dari Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin.

Kedua pondok pesantren tersebut merupakan pesantren-pesantren yang sangat disegani di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) karena termasuk pesantren tua serta telah memiliki kiprah yang panjang.

Selayaknya seorang santri, Gus Abe juga pernah menuntut Ilmu di sejumlah pesantren di tanah jawa, diantaranya PP Anwarul Huda Malang dan PP Al-Anwar Sarang Rembang.

Karena latar belakang tersebut dan posisinya sebagai Ketua Umum PB PMII, sering kali Gus Abe dijadikan tempat diskusi dan bertanya para Kiai terkait situasi nasional terkini.

Dari rekam jejak yang terlihat di media sosial, Gus Abe rutin bertemu dengan para Kiai dan Habaib di sejumlah Pondok Pesantren.

2. Lulusan terbaik Ilmu Politik Universitas Brawijaya dan Penerima Beasiswa S2 DAAD Jerman

Meski berasal dari keluarga pesantren, Gus Abe sepertinya termasuk kategori putra seorang Kiai yang memiliki pengalaman pendidikan yang terbuka dan luas. 

Dia lulus dari jurusan Ilmu Politik Universitas Brawijaya dengan menyabet Medali Tan Malaka yang merupakan medali tahunan bergengsi bagi lulusan yang berprestasi secara akademik dan kepemimpinan.

Pendidikan tingginya pun dilanjutkan ke jenjang S2 dengan menekuni bidang politik di Institute of Political Science, University of Duisburg-Essen Jerman melalui beasiswa DAAD, sebuah beasiswa ekslusif dari pemerintah Jerman untuk kalangan profesional muda dan pemimpin muda.

Latar belakang dalam dunia pendidikannya membuat dia tertulis sebagai satu-satunya Ketua Umum PB PMII yang lulus dari pendidikan luar negeri.

Bahkan, dia juga sering dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan bertaraf internasional, salah satunya pernah diajak oleh pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal untuk terlibat dalam kegiatan perdamaian dunia yang disebut 1000 Abrahamic Circles di Serbia dan Amerika serikat pada 2019 lalu.

Pada Agustus 2022, bersama 15 pemimpin muda Indonesia yang terhimpun dalam Kader Bangsa Fellowship dia melawat ke Australia untuk mengikuti Indonesian Young Leader Exchange Program.

Melihat rekam jejaknya, Gus Abe tidak hanya memiliki jaringan dalam skala nasional, tapi juga jaringan Internasional yang membuat kiprahnya semakin disegani.

3. Sosok Ketua Umum PB PMII yang Mencuri Perhatian

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merupakan basis organisasi mahasiswa yang beranggotakan dari kalangan Nahdliyin.

Organisasi kepemudaan itu juga telah melahirkan banyak tokoh di Indonesia ini, contohnya Abdul Muhaimin Iskandar (Wakil Ketua DPR RI), Khofifah Indar Parawansa (Gubernur Jawa Timur), Yaqut Cholil Qoumas (Menteri Agama RI), Abdul Halim Iskandar (Menteri Desa PDTT) hingga Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan).

Gus Abe sering mencuri perhatian publik dan PMII di bawah kepemimpinannya sering menghiasi kolom pemberitaan. 

Seperti pada Juni 2023, PMII mencuri perhatian publik setelah sukses menghelat giat akbar HARLAH PMII 63 di Benteng Vastenburg Solo, yang dihadiri 25.000 kader. 

Sejauh ini, belum ada organisasi aktivis mahasiswa yang mampu menghadirkan kadernya sebanyak itu.

Rencananya, acara tersebut juga akan dihadiri Presiden Jokowi, tetapi akhirnya diwakili oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka. 

Acara tersebut juga dihadiri sejumlah senior PMII lintas profesi dan partai politik sehingga menjadi panggung bersama pemimpin bangsa.

Bahkan, acara itu disebut-sebut sebagai perhelatan terbesar sepanjang sejarah PMII berdiri.

Melihat ke belakang, pada 2022 saat Indonesia menjadi tuan rumah gelaran G20, PMII melalui Gus Abe secara aktif turut berkontribusi pada event bergengsi tersebut. 

Dia menjadi salah satu dari empat pemimpin muda Indonesia yang mewakili Indonesia pada ajang Youth 20 (Y20) dan satu-satunya mewakili aktivis dari kalangan Cipayung.

Latar belakangnya sebagai lulusan master dari Jerman membuatnya tidak begitu sulit untuk turut menyusun dokumen kesepakatan dan berdebat dalam isu Diversity dan Inclusion bersama pemimpin muda anggota G20.

Pada kesempatan yang lain, PMII merupakan organisasi mahasiswa yang membuat gelombang protes dan demonstrasi terbesar di Indonesia saat isu kenaikan BBM pada September 2022. 

Gus Abe menyebutnya sebagai #SeptemberBergerak dan mengawali aksinya dengan membawa 3000 massa aksi PMII di depan Istana Negara.

Aksi itu merupakan aksi terbesar mahasiswa pada momen penolakan kenaikan Harga BBM dan diikuti oleh gerakan seluruh kader PMII se-Indonesia.(mcr8/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahaean
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler