Mengonsumsi Nutrisi Ini Dapat Membantu Ingatan Anda Tetap Tajam

Selasa, 27 Juni 2017 – 23:33 WIB
Nutrisi yang dapat membantu ingatan tetap tajam. ILUSTRASI. Foto: Care2

jpnn.com, JAKARTA - Penurunan daya ingat sepertinya memang akan dialami oleh orang yang berusia lanjut. Pikun biasanya menjadi hal yang ditakutkan oleh kebanyakan orang.

Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan agar ingatan tetap tajam. Di antaranya adalah rajin membaca, menghafal sesuatu hingga bermain game yang menuntut otak untuk berpikir. Cara ini sebagai langkah untuk mengindari kepikunan.

BACA JUGA: Penjualan Makanan Ringan Meningkat Hingga 25 Persen

Namun, ada juga cara lain yang biasanya digunakan untuk melatih otak agar tetap awet muda yakni melalui makanan, seperti dilansir laman Care2, Minggu (25/6).

1. Biji flavanol

BACA JUGA: Makanan Vegetarian Ini Lebih Banyak Zat Besi daripada Daging

Cokelat hitam adalah sumber fitonutrien otak yang disebut flavanols kakao. Dalam sebuah penelitian selama tiga bulan, para periset menemukan bahwa individu yang mengonsumsi makanan yang tinggi flavanol kakao menunjukkan dorongan di area otak yang terkait dengan kehilangan ingatan dan penuaan.

Bubuk kakao dibuat dengan cara fermentasi, pengeringan dan pemanggangan biji kakao.

BACA JUGA: Yuk Hindari 4 Makanan ini Selama Puasa

Flavanol telah terbukti menurunkan tekanan darah, melawan kerusakan sel, mencegah pembekuan darah dan memperbaiki aliran darah ke otak.

Untuk mendapatkan keuntungan dari flavanols kakao, pilih coklat hitam (pilihan organik) dan nikmati sedikit (sekitar satu ons) beberapa kali dalam seminggu atau bahkan setiap hari.

Sebuah studi tahun 2012 tentang orang dewasa dengan gangguan kognitif ringan menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi flavanol kakao setiap hari mendapat manfaat dari kemampuan berpikir yang membaik serta tekanan darah rendah dan resistensi insulin yang lebih baik.

2. Magnesium

Mineral terkait dengan lebih dari 300 aktivitas biokimia di tubuh manusia dan memainkan peran kunci dalam kesehatan kognitif.

Tingkat magnesium yang rendah telah dikaitkan dalam pengembangan penyakit alzheimer.

Pastikan untuk memasukkan banyak makanan yang kaya magnesium dalam makanan Anda, termasuk sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian.

3. Antosianin

Anthocyanin dikaitkan dengan peningkatan sinyal neuron di daerah memori otak.

Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang mengonsumsi jus blueberry liar setiap hari menunjukkan peningkatan daya ingat serta gejala depresi dan kadar glukosa berkurang, yang keduanya bisa memiliki dampak negatif pada fungsi kognitif.

Dalam sebuah penelitian tahun 2017, para ahli menunjukkan bahwa konsumsi blueberry setiap hari selama enam minggu oleh orang dewasa dengan penurunan kognitif dikaitkan dengan peningkatan respons saraf.

Selain blueberry, Anda bisa memasukkan makanan lain yang mengandung anthocyanin dalam jumlah yang baik, seperti cranberry, raspberry hitam, blackberry, ceri, terong, nasi hitam, kol merah dan anggur muscadine.

4. EGCG dan theanine

Satu makanan yang hampir secara eksklusif berisi kedua bahan ini, epigallocatechin gallate dan L-theanine-adalah teh hijau (camilla sinensis).

Meskipun ada lebih dari 700 senyawa teh hijau, EGCG dan theanine adalah yang bertanggung jawab untuk memperbaiki kesehatan otak.

EGCG juga ditemukan pada apel, bubuk carob, hazelnut, bawang merah, kemiri dan plum.

EGCG adalah antioksidan kuat yang mampu mengatasi radikal bebas yang bisa menghancurkan sel otak.

Polifenol ini juga memiliki kekuatan anti-inflamasi yang sangat penting karena radikal bebas memicu peradangan otak, yang pada gilirannya mempercepat penuaan otak dan berkontribusi pada kehilangan ingatan, depresi dan kecemasan.

Dampak asam amino L-theanine pada kognisi juga telah ditunjukkan dalam berbagai penelitian.

Sebuah tinjauan terhadap 49 studi intervensi manusia menunjukkan bahwa L-theanine memiliki efek menguntungkan yang jelas terhadap perhatian, ingatan, dan penekanan gangguan yang berkelanjutan.

Satu-satunya sumber makanan L-theanine adalah teh hitam dan hijau.

5. Fosfatidilkolin

Kelebihan senyawa ini adalah sumber makanan gizi choline yang merupakan anggota keluarga B-kompleks.

Penelitian terbaru yang melibatkan phosphatidylcholine mengeksplorasi dampaknya pada struktur otak pada 72 orang dewasa sehat yang lebih tua.

Para peneliti menemukan bahwa kadar fosfatidilkolin dalam darah yang lebih tinggi telah dikaitkan dengan peningkatan fleksibilitas kognitif.

Para ahli berpendapat bahwa nutrisi tersebut mendukung membran otak, berkontribusi terhadap produksi neurotransmiter yang mendorong dan mendukung kognisi atau mengurangi peradangan di otak.

Sumber makanan fosfatidilkolin termasuk kuning telur, susu organik mentah, gandum, sayuran hijau dan daging.(fny/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Sakit Kepala? Coba deh Konsumsi 7 Makanan ini


Redaktur : Fany
Reporter : Fany, Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Nutrisi   Makanan   otak  

Terpopuler