Menhub Budi Karya Ajak Netizen Vote Bandara Soetta

Rabu, 08 Februari 2017 – 13:41 WIB
Bandara Soekarno Hatta. Foto dok Indopos/jpnn.com

jpnn.com - jpnn.com -Dukungan untuk memperbanyak e-vote untuk Bandara Soekarno Hatta Jakarta di Skytrax World terus mengalir.

Kali ini giliran Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang mengajak public untuk menghibahkan waktunya, barang lima menit saja.

BACA JUGA: Yeeeessss, Ada Penerbangan Kuala Kurun-Banjarmasin

Masuk ke website https://bit.ly/voteCGK lalu mengisi form survei yang dibuka hingga 28 Februari 2017, untuk menaikkan peringkat CGK Jakarta International Airport dari posisi lama 63 ke 50 besar dunia.

“Silakan di-vote, berikan banyak bintang buat CGK Jakarta, agar kebanggaan sebagai bangsa kita semakin tumbuh. Bandara Soekarno Hatta adalah kebanggaan Indonesia, dan didesain dengan kapasitas 25 juta penumpang per tahun,” sebut pria yang selalu menyebut Terminal 3 Soetta adalah Tourism Hub Airport.

BACA JUGA: Penumpang Melonjak Jelang Imlek dan Cap Go Meh

Karena itu, branding Wonderful Indonesia pun menjadi point yang sangat penting di terminal yang terbesar di Indonesia itu.

“Bandara internasional itu pintu gerbang utama, tempat orang asing pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia. Dan setiap tahun, ada 15 juta penumpang pesawat yang melintas di atas angkasa Indonesia. Mereka mendarat langsung ke Singapore. Kalau 30 persen saja transit ke Jakarta, dan 50 persennya berwisata ke Indonesia, sudah menambah 2.5 juta wisatawan,” sebutnya.

Untuk tertarik transit di Jakarta, berwisata di Indonesia, maka airport-nya harus berkelas dunia.

Pria yang juga mantan Dirut PT TIJA itu yakin bahwa Soetta dengan segala performance-nya saat ini layak untuk disinggahi wisman.

"Kalau Singapore unggul di teknologi, kita jago di culture. Karena itu sejak awal, sudut-sudut terminal ini terus disentuh dengan cultural design dan branding pariwisata," jelas Budi Karya.

Budi juga sudah meminta Dirjen Kebudayaan untuk mengkurasi karya-karya budaya tanah air yang hebat dan layak dipamerkan di terminal ini.

Sejumlah karya seni yang akan dipamerkan antara lain penjor, karya seni Seulawah, replika pesawat 45 dengan corak khas Indonesia, patung garuda dan lainnya.

Teknologi di Terminal 3 Ultimate ini, kata Budi, juga sangat canggih. CCTV nya sudah bisa dipakai untuk matching para daftar pencarian orang (DPO) yang masuk di bandara.

Juga dilengkapi BHS Level 5 yang yang bisa mendeteksi bahan peledak atau bom. Belum ada lagi level di atas 5 yang lebih canggih di dunia ini.

Karena itu, dia berharap masyarakat ikut men-support keberadaan bandara yang menjadi kebanggaan bangsa ini.

"Airport Security System nya berfungsi sebagai intelijen, Fully IBMS (Inteligence Building Management System), Rain Water System, Recycle Water System, sistem penerangan dengan teknologi yang menyesuaikan kondisi cuaca," jelas Budi.

Menpar Arief Yahya setuju dengan apa yang disampaikan Menhub Budi Karya, bahwa bandara adalah momment of truth. Wisatawan merasakan sensasi dan kesan pertama di negeri ini melalui bandara.

“First impression itu penting, kalau kesannya bagus, bersih, keren, canggih, menyenangkan, maka selanjutnya mereka juga akan merasakan happy berada di Indonesia," kata Arief.

Apa sih pentingnya mendapatkan award dari Skytrax? Arief Yahya selalu mengeluarkan 3 jurus C, namanya 3C.

“C pertama, untuk memperkuat Confidence, kepercayaan diri secara internal, bahwa Indonesia juga hebat dan mampu bersaing di level global. C kedua, Calibration, untuk mengkalibrasi dengan standar dunia yang sudah dipakai di semua negara, menuju ke global standart. C ketiga adalah menaikkan Credibility untuk eksternal. Karena itu, untuk menjadi pemain global maka gunakan selalu global standar,” jelas Arief.

Dirut AP II Muhammad Awaluddin ajang Skytrax World Airport Awards 2017 ini sudah membuka e-vote, pengumpulan suara masyarakat atau survey melalui online.

Suara pengguna service bandara akan sangat menentukan peringkat dunia versi Skytrax World. “Vote untuk CGK –nama bandara Jakarta Int Airport, dengan masuk ke link https://bit.ly/voteCGK,” ucap Awaluddin.

Agar vote-nya terhitung dan tidak di diskualifikasi, maka persyaratan votenya: satu email, satu suara, satu IP Address, satu device, atau satu computer atau HP satu suara, tidak boleh digunakan untuk voting lebih dari satu kali.

Lebih aman, jangan menggunakan free wifi, tetapi memakai paket langganan internet di HP Anda. Karena satu IP hanya tercatat satu suara. “Yang dijawab cukup sederhana kok, mengisi data, dan memberi bintang saja,” sebutnya.

Awaluddin menyebut, Bandara Soetta terus berbenah. Digital Tools & Application yang digunakan Soetta saat ini juga tak lagi ketinggalan zaman. Sentuhan teknologi informasi sudah terlihat di sejumlah fasilitas pelayanan. Smart Taxi Queuing System, Smart Parking System, 278 Access Point Free Wifi 50Mbps, 33 Access Point, Wifi Corner, Smart Toilet Feedback, hingga Indonesia Airports Apps, semua dialamatkan untuk memanjakan pengguna jasa bandara.

Dari soal efisiensi proses bisnis pelayanan, kenyamanan dan kebersihan terminal, fasilitas penumpang dan pelayanan staf, pelayanan imigrasi, polisi, bea cukai, tenant, restoran, konter informasi, semua masuk dalam kriteria penilaian.

“Kami makin bersemangat, Pak Menpar Arief Yahya dan Menhub Budi Karya sangat mensupport dan mengendors orang untuk vote, terima kasih banyak. “ ungkapnya.

Teknisnya, cantumkan nama bandara pada link https://bit.ly/voteCGK. Pilih kanal The Best Airport, kemudian ketik Jakarta Int Airport di kolom Airport Terbaik beserta alasannya. 

Bila sudah oke, berikan penilaian di semua kriteria. Penilaiannya menggunakan jumlah bintang dengan skala satu sampai lima. Satu bintang menandakan buruk, sementara 5 bintang sangat bagus.

Point pertanyaannya ada 50 item. Dari public transport serving airport, Transport Info Counter, taxi availability/prices, Signage for Public Transport, Signage to Check-In, Signage to Security/Immigration, Signage for Airport facilities, Signage to Boarding gates, Walking distance to Boarding Gates hingga Signage to Baggage hall, semua harus diberikan penilaian 1-5 bintang.

Begitu juga Walking distance for Arrivals + Transfer, Signage for Transport, Taxis etc, Signage for Transit customers, Waiting times for Security, Service of Security staff, Waiting times for Immigration, Service of Immigration staff, Cleanliness of terminal, Cleanliness of washrooms, Availability of showers, Airconditioning / temperatures, Availability of seating, Availability of bag trolleys, Quiet / rest areas, Children's play facilities, semua masuk bahan penilaian.

Sisanya, TV/Entertainment facilities, PRM/Disabled access and facilities, Access to free WiFi, Availability of Internet kiosks, Power supply/charging facilities, Location of Screens around airport, Standard of flight information screens, Standard of Airport PA's, Coffee shops + restaurants before security,  Coffee shop/restaurant staff service, Coffee shop/restaurant prices, Choice of shops before security, Choice of shops after security, Staff service in shops, Finding INFO/HELP counters, Friendliness of Airport Staff, Airport Staff language skills, Baggage Delivery times, Priority Bag Delivery, Lost luggage services, juga harus diberikan penilaian 1- 5 bintang. Selamat voting. (jpnn)


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler