Menjelang ke Papua, Panglima TNI Laksamana Yudo: Saya Tidak Mau Berandai-andai

Jumat, 30 Desember 2022 – 12:25 WIB
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono saat upacara Serah Terima Jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) kepada Laksamana TNI Muhammad Ali di Lapangan Trisila Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap Jakarta Timur, Kamis, (29/12). Foto: Dispenal

jpnn.com, JAKARTA - Panglima TNI Laksamana Yudo Margono menyatakan tidak mau berandai-andai mengenai kebijakan yang akan diambilnya terkait Papua.

Pasalnya, langkahnya selalu ditindaklanjuti dengan apa yang seharusnya dilaksanakan.

BACA JUGA: Panglima TNI, Tiga Kepala Staf Angkatan, dan Kapolri Akan ke Papua

"Saya tidak mau berandai-andai, karena tanpa saya melihat tidak mungkin bisa merencanakan. Saya harus melihat dulu situasinya termasuk di Natuna, Papua maupun di daerah-daerah lain,” kata Panglima TNI Laksamana Yudo Margono seusai melaksanakan Serah Terima Jabatan sebagai Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) kepada Laksamana TNI Muhammad Ali di Lapangan Trisila Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap Jakarta Timur, Kamis, (29/12).

Menurut Yudo, dirinya menanyakan langsung kepada para komandan satuan mengenai keperluannya dan kebutuhannya agar dirinya dapat melakukan evaluasi.

BACA JUGA: Operasi Damai Cartenz 2023 Fokus di 5 Wilayah Papua Ini

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI juga berencana bersama dengan para Kepala Staf Angkatan akan meninjau langsung daerah perbatasan seperti di Natuna maupun Papua padai awal tahun nanti.

Hal tersebut dilakukan sebagai upaya dalam rangka meningkatkan pertahanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

BACA JUGA: Operasi Damai Cartenz di Papua Diperpanjang, Ribuan Personel Polri-TNI Diterjunkan

Sementara itu, KSAL Laksamana Muhammad Ali menyatakan akan meneruskan program-program sebelumnya dan mendukung penuh serta menjaga soliditas maupun sinergitas antar Angkatan, baik dengan TNI AD, TNI AU dan Polri.

“Saya juga akan meneruskan kebijakan-kebijakan Laksamana Yudo sesuai arahan Presiden RI dengan tetap menjaga soliditas dan netralitas TNI di Pemilu yang akan datang," ungkap KSAL.

Penerus tampuk pimpinan TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali adalah Perwira Tinggi TNI AL kelahiran Bandung, 9 April 1967 yang merupakan Alumnus Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan 35 Tahun 1989.

Berbagai jabatan strategis pernah diembannya di antaranya Komandan KRI Nanggala-402 pada 2004, Asops Danlantamal VI Makassar pada 2009, Komandan Satsel Koarmatim pada 2010, Komandan Lanal Dumai pada 2011, dan Ajudan Wapres RI pada 2012.

Rekam jejak Laksamana TNI Muhammad Ali dalam pendidikan militer yang telah ditempuhnya selain di AAL, diantaranya Pendidikan Perwira Calon Pengawak Kapal Selam pada 1990/1991, Anti Submarine Warfare Inggris pada 1999, Diklapa – II/Koum Angkatan 14 pada 2000, Seskoal Angkatan-40 pada 2003, Lemhannas RI (PPSA) Angkatan-21 pada 2017.

Mengenai pengalaman dalam penugasan, salah satu putra terbaik prajurit Jalasena ini di antaranya pernah menjabat Komandan Guskamla Koarmabar pada 2015, Waasrena Kasal pada 2017, Gubernur AAL pada 2018, Koorsahli Kasal pada 2019, Pangkoarmada I pada 2019, Asrena Kasal pada 2020, dan Pangkogabwilhan I pada 2021.

Atas jasa-jasanya kepada bangsa dan negara, berbagai tanda jasa bintang dan satya lencana diperoleh antara lain: Bintang Dharma, Bintang Yudha Dharma Pratama, Bintang Yudha Dharma Nararya, Bintang Jalasena Pratama, Bintang Jalasena Nararya, Satya Lencana VIII, Satya Lencana Kesetiaan XVI, Satya Lencana Kesetiaan XXIV, Satya Lencana Kesetiaan XXXII.

Kemudian Satya Lencana Dwidya Sistha, Satya Lencana Dwidya Sistha I, Satya Lencana Kebaktian Sosial, Satya Lencana Wira Dharma (Perbatasan), Satya Lencana Wira Nusa, Satya Lencana Dharma Nusa dan Satya Lencana Dharma Samudera.

Dalam melaksanakan tugasnya sehari-hari, Laksamana Muhammad Ali didampingi oleh istri tercinta Ny. Fera Muhammad Ali serta dua orang anak bernama Muhammad Atha Rafli Saladin dan Muhammad Azka Evan Omar.(fri/jpnn)

BACA Juga:

Polri Perpanjang Operasi Damai Cartenz Hingga Juni 2023, Demi Menumpas KKB?


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler