Menkes Budi Singgung Tantangan Terbesar Dalam Penanganan Pandemi Covid-19

Jumat, 05 Maret 2021 – 17:38 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. Foto: Tangkapan layar/Antara

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah berupaya agar herd immunity dapat segera terbentuk melalui vaksinasi Covid-19 yang dilakukan secara masif.

Namun, Menkes Budi Gunadi Sadikin sempat menyinggung tantangan yang dihadapi terkait vaksinasi covid-19.

BACA JUGA: Malaysia Umumkan 3 Fase Vaksinasi COVID-19, Target: Herd Immunity

“Tantangannya satu, banyak yang rebutan vaksin di seluruh dunia. Banyak negara yang belum dapat (vaksin, red),” kata Budi Gunadi dalam dialog bertema Digitalisasi Percepatan Vaksinasi yang diselenggarakan KPCPEN - FMB9 secara daring, Kamis (4/3).

Untuk diketahui, Herd immunity merupakan upaya menghentikan laju penyebaran virus dengan cara membiarkan imunitas alami tubuh. Kondisi daya tubuh atau imunitas diharapkan akan muncul dan virus akan reda dengan sendirinya.

BACA JUGA: Sah, Moeldoko Ketum Demokrat Versi KLB

Budi mengatakan, dalam 6 bulan ke depan Indonesia akan mendapat total sekitar 90 juta dosis dari total kebutuhan sekitar 362 juta dosis untuk 181juta rakyat Indonesia. Ini berarti sampai dengan bulan September 2021, baru sekitar 45 juta masyarakat yang menerima vaksin.

“Program ini harus selesai dalam waktu 1 tahun sesuai arahan Bapak Presiden," kata dia.

BACA JUGA: Soal Harga Vaksin Covid-19 Mandiri, Begini Kata Menkes Budi

Untuk memenuhi target itu, Menkes Budi memastikan bahwa pemerintah akan berkolaborasi dengan berbagai pihak agar program vaksinasi ini dapat selesai sesuai dengan yang direncanakan.

Adapun kolaborasi yang akan dan sudah dilaksanakan oleh Kementerian Kesehatan adalah kerja sama antarinstansi pemerintah, kementerian/lembaga dan swasta.

"Dan saya pun sudah merangkul TNI. Jadi sekarang TNI dan Polri sudah menyuntikkan sendiri ke tenaga mereka, karena mereka ternyata memiliki tenaga kesehatan yang banyak sekali," jelasnya.

Selain kolaborasi, Budi juga memanfaatkan teknologi untuk mempercepat dan memudahkan pelaksanaan vaksinasi agar selesai tepat waktu.

Caranya, kata dia, dengan menggandeng aplikasi untuk menyederhanakan proses administrasi sehingga dapat memperbanyak titik-titik penyelenggaraan vaksinasi, termasuk dalam bentuk drive thru.(fri/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler