Menkeu: Basis Cukai Masih Sangat Sedikit

Rabu, 01 Maret 2017 – 17:51 WIB
Dirjen Bea dan Cukai. Foto dok JPG/JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Pemerintah telah memproyeksikan defisit APBN sebesar 2,41 persen dari PDB pada 2017.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus berusaha memperbaiki kinerja penerimaan dan mengharapkan dukungan dari DPR.

BACA JUGA: Sehari Sri Mulyani Pulang Kampung dan Bereuni dengan SBY

Berbagai strategi optimalisasi penerimaan negara, termasuk ekstensifikasi barang kena cukai menjadi pertimbangan Sri Mulyani.

Ia menjelaskan bahwa kontribusi penerimaan cukai di Indonesia masih didominasi oleh cukai tembakau.

“Untuk cukai basisnya kan masih sangat sedikit. Sekarang ini yang paling menonjol dan diomongkan adalah tembakau,” katanya.

Beberapa waktu lalu, pemerintah telah mengusulkan penerapan cukai untuk plastik. Namun, sampai saat ini wacana tersebut belum terealisasi.

Sri Mulyani menceritakan penerapan cukai plastik di negara lain untuk mengurangi penggunaan plastik yang berdampak langsung terhadap lingkungan.

"Di negara lain, cukai program yang didesain untuk disinsentif konsumsi. Kalau ingin kurangi konsumsi yang kurang baik seperti plastik," tuturnya.

Terpisah, Anggota Komisi XI DPR M Misbakhun juga menyampaikan persetujuannya mengenai penambahan objek cukai.

Misbakhun mengaku sudah mendapat informasi rencana penambahan objek cukai, yakni plastik.

Menurutnya, Ditjen Bea Cukai seharusnya tak sekedar mengajukan satu objek, tapi beberapa objek.

"Saya setuju kalau Ditjen menambah banyak cukai. Saya dukung bila Anda (Ditjen Bea Cukai) minta dua, tiga, empat bahkan lebih objek cukai baru. Saya siap galang teman-teman di DPR agar disetujui," kata Misbakhun.(chi/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler