Menkeu Laporkan Situasi Perekonomian Terkini kepada Presiden

Senin, 03 September 2018 – 22:57 WIB
Presiden Jokowi dan Menkeu Sri Mulyani. Foto: Ricardo/dok.JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan kondisi perekonomian negara saat ini masih dalam kondisi baik. Hal ini disampaikan usai dipanggil Presiden Joko Widodo ke Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (3/9).

Hadir pula Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Koordinator Bidang Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, Ketua OJK Wonboh Santoso hingga Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo.

BACA JUGA: Soal Perekonomian, Indonesia Lebih Beruntung Dibanding India

"Hari ini kami melaporkan kepada presiden mengenai kondisi terkini perekonomian Indonesia, termasuk tadi mengenai inflasi ya angkanya cukup baik, bahkan dari sisi pangan untuk stabilitas harga di dalam negeri cukup baik," ucap Sri Mulyani usai pertemuan.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini menyebutkan, pemerintah terus mengamati pergerakan situasi global seperti krisis yang terjadi di Argentina, yang dampaknya harus diwaspadai terhadap perekonomian nasional.

BACA JUGA: Khawatir Nilai Tukar Rupiah tidak Kembali Lagi

"Karena situasi di sana belum akan selesai, maka kita harus antisipasi bahwa tekanan ini akan terus berlangsung," ucap Ani -sapaan Sri Mulyani.

Dia pun menerangkan, pemerintah bersama Bank Indonesia dan OJK akan semakin bersinergi dan meningkatkan koordinasi dalam menjaga stabilitas ekonomi. Bila diperlukan, penyesuaian sewaktu-waktu akan dilakukan.

BACA JUGA: Ketua MPR Ingatkan Pemerintah tak Sepelekan Pelemahan Rupiah

Intinya, kata Ani, fokus pemerintah saat ini adalah bagaimana mengurangi sentimen yang berasal dari neraca pembayaran.

"Seperti diketahui bahwa selama ini yang disebut sebagai salah satu sumber sentimen dari perekonomian Indonesia adalah kondisi dari transaksi berjalan dan transaksi perdagangan neraca perdagangan," jelasnya.

Untuk itu, langkah jangka pendek yang bisa ditempuh antara lain melakukan pengendalian dari sisi kebutuhan devisa. Kemudian melihat kombali komposisi dari komoditas impor terutama yang nilai tambahnya tidak begitu besar bagi perekonomian.(fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Rupiah Melemah, Gerindra: Emak-Emak Pasti Ogah Pilih Jokowi


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler