Menko Airlangga Tekankan Pentingnya Keberlanjutan Infrastruktur Strategis

Sabtu, 25 November 2023 – 23:59 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (tengah) saat menghadiri Malam Apresiasi Sewindu PSN. Foto: Dokumentasi Humas Kemenko Perekonomian

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Indonesia diproyeksikan akan mulai menikmati puncak bonus demografi pada 2023 mendayang.

Indonesia juga telah menargetkan pencapaian pendapatan per kapita setara dengan negara maju sekitar USD 23 ribu hingga USD 30 ribu pada 2045.

BACA JUGA: Menko Airlangga: Uni Emirat Arab Mendukung Pembangunan di Indonesia

Perjalanan menuju bonus demografi tentunya beriringan dengan peningkatan jumlah penduduk perkotaan di Indonesia menjadi 60 persen dari total populasi.

Hal ini juga menjadikan perluasan dan peningkatan infrastruktur transportasi harus dilakukan di Indonesia.

BACA JUGA: Temui Menko Airlangga, Dubes Kenji Kanasugi Pamitan Sekaligus Bahas Hal Penting Ini

Berkat konektivitas yang semakin baik akan membantu mendorong terciptanya ekonomi di kawasan baru, serta meningkatkan mobilitas masyarakat dan barang.

Beberapa proyek infrastruktur, termasuk di sektor transportasi, sudah termasuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).

Untuk mempercepat pembangunan berbagai PSN itu diperlukan investasi yang tidak sedikit dan tidak dapat bergantung hanya pada APBN atau APBD saja.

“Saat ini, pemerintah telah menyusun rancangan peraturan skema pembiayaan non-APBN, seperti Hak Pengelolaan Terbatas (Limited Concession Scheme) dan Land Value Capture untuk menyongsong investasi infrastruktur di masa depan,” kata Menko Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (25/11).

Dalam 8 tahun terakhir ini terdapat 173 PSN yang telah dioperasikan dengan nilai investasi mencapai Rp 1.442,3 triliun.

Proyek infrastruktur yang telah terealisasi akan berdampak signifikan menciptakan konektivitas kuat, sehingga mampu mengalirkan perekonomian dari pusat ke daerah, dan menghasilkan efek positif yang merata di seluruh wilayah Indonesia.

"Kami perlu mempertahankan momentum ini dan melanjutkan PSN,” imbuh Menko Airlangga.

Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) yang berperan sebagai unit koordinasi penyelesaian semua PSN di Indonesia, saat ini sedang berproses menyusun kajian tentang dampak ekonomi yang dihasilkan oleh pembangunan infrastruktur PSN serta pengaruhnya terhadap kemandirian berbagai daerah di Indonesia.

Selain itu, telah dirilis juga Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 8 Tahun 2023 tentang Perubahan Daftar PSN, yang saat ini mencakup 204 proyek dan 13 program.

Beralih kembali kepada pembangunan infrastruktur, ke depannya infrastruktur digital akan menjadi salah satu fokus utama. Potensi ekonomi digital ASEAN diperkirakan memiliki nilai USD330 miliar pada 2025 dan akan meningkat hingga USD 1 triliun pada 2030, di mana sepertiganya berasal dari Indonesia.

Angka tersebut bahkan akan meningkat dengan adanya skema Digital Economic Agreement Framework (DEFA).

Infrastruktur digital tersebut akan menyokong era Industri 4.0 yang ditandai dengan integrasi teknologi digital, otomatisasi, dan kecerdasan buatan.

Pemerintah telah meluncurkan "Making Indonesia 4.0" sebagai roadmap untuk mempercepat adopsi teknologi di industri kunci seperti makanan dan minuman, tekstil, otomotif, elektronik, dan kimia.

Inisiatif ini bertujuan meningkatkan produktivitas industri sebesar 21 persen-26 persendari PDB hingga 2030.

Kebijakan hilirisasi komoditas sumber daya alam Indonesia juga terus didorong untuk mendapatkan nilai tambah dan ketahanan ekonomi, serta mendukung ekonomi hijau.

“Sehingga, ke depannya Pemerintah akan terus menyediakan infrastruktur industri atau pengembangan Kawasan Industri atau Kawasan Ekonomi Khusus yang memadai, dan menciptakan lingkungan usaha industri yang kondusif,” ungkap Menko Airlangga.

Kemajuan sektor industri tentunya menjadi salah satu hal yang akan membantu peningkatan masuknya investasi ke Indonesia.

Capaian realisasi investasi pada triwulan III 2023 meningkat dibandingkan triwulan sama tahun lalu, yaitu sebesar 21,6 persen, dengan total investasi mencapai Rp 374,4 triliun.

“Pemerintah Indonesia akan konsisten menjaga nilai realisasi investasi per tahun, dengan fokus pada sektor-sektor strategis seperti energi terbarukan, teknologi, dan manufaktur,” ujar Menko Airlangga.

Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kemenko Perekonomian yang juga Ketua Pelaksana KPPIP Wahyu Utomo menambahkan tidak hanya pemerintah, tetapi segenap bangsa Indonesia harus terus bekerja keras untuk memastikan bahwa manfaat dari semua proyek ini dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat serta untuk memastikan visi Indonesia Emas 2045 dapat tercapai.

“Kami juga ingin mengapresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi para Anggota KPPIP yang secara konsisten berhasil menyelesaikan permasalahan dan mempercepat pelaksanaan PSN. Kami harap kolaborasi ini dapat terus berlanjut di masa depan,” pungkas Deputi Wahyu.

Sewindu PSN merupakan rangkaian acara yang diadakan selama beberapa bulan di tahun 2023 dengan tujuan menyosialisasikan pencapaian 8 tahun pembangunan PSN sebagai salah satu pilar utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Sementara itu, Malam Apresiasi Sewindu PSN merupakan acara penutup yang mengapresiasi para sponsor, pengumuman pemenang berbagai perlombaan, dan penyerahan Kolase Lukisan Infrastruktur terbesar di Indonesia yang mendapatkan Rekor MURI. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler